Minggu, 15 Maret 2026

Batam Sunday Market, Lebih dari Sekadar Pasar Barang Bekas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana Batam Sunday Market yang digelar di di Park Avenue Mall, Batamcenter, Minggu (4/5) pagi. F.Cecep Mulyana

Lebih dari sekadar pasar barang bekas, Batam Sunday Market bertransformasi menjadi medium perayaan keberlanjutan dan gaya hidup yang lebih bijak.

Arjuna, Batam

Pada Minggu (4/5) pagi, suasana di Park Avenue Mall, Batamcenter, menyuguhkan pemandangan yang sedikit berbeda. Di luar, cuaca cerah menyinari kota, namun di dalam mall, atmosfer penuh antusiasme menyelimuti ruangan.

Batam Sunday Market kembali dibuka, menarik ratusan pengunjung yang datang dengan beragam tujuan. Sebagian besar datang untuk berbelanja, sementara yang lainnya datang karena penasaran, ingin mencari tahu apa yang akan mereka temukan di antara tumpukan barang-barang bekas yang terlihat begitu menggoda.

Lapak-lapak yang menjajakan barang-barang thrifting menarik perhatian dengan keragaman. Dari pakaian berwarna cerah mencolok, elektronik dengan harga miring, aksesoris unik, hingga perabot rumah tangga. Batam Sunday Market menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Setiap sudut menyimpan kejutan yang tak terduga bagi setiap pengunjungnya. Sebagian pengunjung berburu barang, sementara yang lainnya menikmati suasananya.

Setiap edisi yang digelar menjadi sebuah kesempatan bagi warga Batam untuk menyaksikan sebuah keunikan yang menggabungkan konsep jual beli dengan tujuan yang lebih mulia: mengurangi sampah dan memperpanjang siklus hidup barang-barang yang dianggap usang.

Event ini bukan hanya pasar, tapi sebuah gerakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi yang lebih bijak.

Pengunjung merasa bahwa membeli barang bekas di Batam Sunday Market bukan tentang bertransaksi, tetapi lebih tentang menghargai barang yang masih memiliki nilai guna. Sebuah jaket vintage yang dipilih dengan teliti, sebuah piring porselen antik, atau bahkan sepatu lama yang tampak usang, semuanya memiliki cerita yang menarik.

Barang-barang ini memberi pengunjung kesempatan untuk merenung sejenak, tentang barang-barang di sekitar kita bisa mendapatkan kehidupan kedua.

Tak hanya soal membeli barang, Batam Sunday Market juga menciptakan ruang bagi orang-orang untuk berbagi cerita. Banyak pengunjung yang berbincang dengan penjual (bahkan Batam Pos pun tak sempat mewawancarai penjual). Mereka mengenang kenangan lama atau mendiskusikan barang-barang yang mereka jual. Ini adalah bentuk interaksi yang bukan sebatas jual beli, tetapi juga sebagai ajang bertukar pengalaman dan saran tentang bagaimana barang-barang seken bisa mendapatkan kehidupan lebih panjang.

Di tengah dunia yang semakin konsumtif, pasar preloved ini hadir sebagai alternatif yang sangat dibutuhkan. Dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas barang yang tetap terjaga, Batam Sunday Market menawarkan sebuah peluang bagi mereka yang ingin berbelanja dengan lebih bijak, tanpa harus mengorbankan kualitas atau bahkan keberlanjutan lingkungan. Setiap lapak yang ada di sini membawa energi yang berbeda, menciptakan ruang di mana setiap pengunjung bisa menemukan sesuatu yang baru dalam yang lama.

Event ini lahir dari keresahan pribad Alamsyahri, Founder Batam Promotion and Batam Sunday. Dia mengenang awal mula ide tersebut. Dari sebuah keresahan, Batam Sunday Market pun lahir sebagai solusi.

“Di rumah, ada banyak barang yang masih bagus tapi tidak terpakai, dan bingung mau diapakan. Daripada menumpuk, kami pikir akan lebih bermanfaat jika bisa dijual kembali atau diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan,” katanya.

Awalnya hanya sekitar 70 tenant yang bergabung dalam Batam Sunday Market. Seiring berjalannya waktu, jumlah tenant terus bertambah. Kini, setiap event bisa diikuti oleh 130 hingga 150 penjual.

“Semakin banyak yang tertarik untuk bergabung, baik itu penjual yang ingin mengurangi barang-barangnya yang tidak terpakai, maupun pembeli yang mencari barang dengan harga lebih terjangkau,” ujar Alamsyahri.

Setiap tenant dikenakan biaya sewa sebesar Rp200 ribu per event. Biaya ini digunakan untuk memastikan agar acara dapat berjalan dengan lancar dan menyajikan pengalaman belanja yang nyaman bagi pengunjung. Biaya sewa yang terjangkau ini juga menciptakan peluang bagi siapa saja yang ingin menjual barang-barang mereka.

Alamsyahri mengatakan, event ini sudah memasuki edisi ketujuh. Mereka berencana untuk terus melanjutkannya. “Kami berharap Batam Sunday Market dapat menjadi agenda rutin yang terus berlanjut. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang yang konsisten untuk membantu masyarakat mengurangi barang yang tidak terpakai, sambil memberikan alternatif belanja yang menyenangkan dan ramah di kantong,” tambahnya.

Harga barang di Batam Sunday Market sangat bervariasi. Ada barang yang dijual mulai dari Rp5.000, bahkan ada yang hanya Rp2.000 atau diberikan secara gratis. Iya, GRATIS!

“Tujuan utama kami adalah untuk mengurangi barang yang tidak terpakai, daripada menumpuk dan akhirnya rusak. Kami ingin barang-barang tersebut bisa berguna bagi orang lain,” katanya.

Antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Banyak yang datang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana pasar yang santai, berfoto, dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman. Di sini, pengunjung dapat menikmati pasar sambil bersosialisasi, menciptakan momen kebersamaan yang langka di tengah kesibukan sehari-hari.

“Saya datang ke sini karena penasaran dengan konsep pasar preloved. Ternyata banyak barang berkualitas dengan harga sangat terjangkau. Saya baru saja membeli jaket vintage yang masih bagus banget, dan saya bisa merasakan bahwa barang ini punya cerita,” ujar Liza, salah satu pengunjung yang merasa puas dengan temuan-temuannya di pasar.

Indra Yanes, pengunjung lainnya, mengaku sudah menjadi langganan pasar tersebut. Ia tertarik dengan barang seken, sebab selain nilai beli yang terjangkau, ada kualitas yang tak kalah.

“Yang aku suka dari Batam Sunday Market ini adalah suasananya. Enggak hanya berbelanja, s bisa ngobrol dengan penjual, dan banyak barang yang tak hanya murah, tapi juga unik. Aku malah menemukan beberapa barang koleksi yang aku cari-cari sejak lama,” ujarnya.

“Aku emang suka barang bekas, tapi di sini menawarkan lebih dari itu. Ada kebersamaan yang tercipta di sini, dan itu membuat belanja jadi lebih menyenangkan,” tambah dia.

Dalam setiap edisinya, Batam Sunday Market tak hanya mengusung konsep berbelanja, tetapi juga mengajak pengunjung untuk lebih sadar tentang keberlanjutan dan dampak konsumsi terhadap lingkungan. Dengan membeli barang bekas, pengunjung ikut berkontribusi dalam mengurangi sampah dan meminimalisir pemborosan.

Bagi banyak orang, Batam Sunday Market telah menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab. Pengunjung merasa seperti ikut dalam gerakan besar untuk mengurangi sampah dan mendukung ekonomi berkelanjutan.

Hadapan ke depan, Batam Sunday Market akan terus menjadi ruang yang tak hanya mempertemukan orang-orang dengan barang bekas yang bernilai, tetapi juga mengajak mereka untuk lebih bijak dalam berbelanja, lebih sadar akan keberlanjutan, dan tentu saja, memberikan peluang bagi masyarakat untuk berbagi dan menemukan kembali nilai dalam barang-barang lama yang telah terlupakan. (*)

SALAM RAMADAN