Kamis, 15 Januari 2026

Batam Terancam Minus LPG, Amsakar Minta Pertamina Tambah Pasokan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam bergerak cepat memastikan kebutuhan gas LPG 3 kilogram terpenuhi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Instruksi tegas ini disampaikan menyusul laporan adanya potensi kekurangan pasokan sebesar 2.774 kiloliter atau sekitar 472 tabung hingga akhir tahun.

Pmenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada periode peningkatan aktivitas rumah tangga di momentum Nataru. Ia tak ingin terjadi gejolak di lapangan akibat kelangkaan gas subsidi tersebut.

“Saya minta follow up lagi Pertamina. Bila perlu, surati kembali terkait kekurangan gas elpiji 3 kilogram ini. Saya tidak mau ada gejolak di momen Nataru, jangan sampai warga mengeluhkan gas 3 kilogram langka,” katanya, dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, Rabu (3/12).

Peningkatan aktivitas masyarakat pada akhir tahun harus diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, dia minta seluruh perangkat daerah menjaga stabilitas stok dan distribusi bahan kebutuhan pokok, termasuk LPG.

“Soal banyak yang mudik atau seperti apa itu tidak penting. Fokus kita adalah menjaga pemenuhan kebutuhan, stok, dan pasokan ke Batam,” kata Amsakar.

Ia kembali menginstruksikan Disperindag Batam untuk mengirimkan surat resmi kepada Pertamina terkait angka kekurangan yang diprediksi tidak dapat dipenuhi dari sisa kuota tahun berjalan.

Sementara itu, Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menjelaskan, realisasi distribusi LPG 3 kilogram hingga Oktober 2025 telah mencapai 42.084 kiloliter atau 97 persen dari total kuota Triwulan IV sebesar 43.310 kiloliter. Dengan rata-rata penggunaan bulanan sekitar 3.826 KL, kebutuhan pada Desember diperkirakan mencapai 4.000 KL.

“Sehingga total kebutuhan LPG 3 kg hingga akhir tahun 2025 sebesar 46.084 KL. Maka diprediksi kuota LPG 3 kg tahun ini tidak tercukupi,” ujarnya.

Dari hitungan itu, Batam diproyeksikan mengalami minus pasokan sekitar 2.775 KL. “Kami sudah menyurati Pertamina agar bisa memenuhi kekurangan elpiji di bulan Desember ini,” lanjut Gustian.

Selain LPG, Disperindag juga mengantisipasi kenaikan harga dan kebutuhan komoditas cabai akibat terganggunya rantai pasok dari Pulau Sumatera yang tengah dilanda bencana. Pemerintah daerah telah mencari alternatif pasokan dari daerah penghasil lain untuk mencegah kelangkaan bahan pokok selama Nataru.

Meski begitu, sejumlah komoditas lain tercatat aman. Stok beras yang tersedia di gudang distributor mencapai 2.935 ton, dinilai mencukupi kebutuhan Batam. Harga beras medium berada di angka Rp12.000 dan premium Rp14.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk BBM jenis pertalite, Gustian menyebut kondisinya surplus dan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Update