Rabu, 14 Januari 2026

Batam Terapkan Teknologi Bioflok, Dorong Efisiensi dan Produktivitas Budidaya Ikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Budidaya ikan air tawar menggunakan metode bioflok di Batam. Dinas Perikanan Kota Batam mendorong pemerataan bantuan teknologi bioflok guna menjangkau lebih banyak pembudidaya ikan air tawar pemula. Foto. Dinas Perikanan Kota Batam.

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya. Salah satu langkah yang kini tengah digencarkan adalah penerapan teknologi bioflok, sistem budidaya ikan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan bahwa program bantuan bioflok saat ini tengah dalam tahap finalisasi. Sebanyak 137 unit bantuan bioflok akan dibangun dan ditargetkan rampung pada November 2025.

“Prosesnya sudah berjalan, mulai dari pemilihan penyedia, verifikasi calon penerima, hingga survei lapangan. Harapannya, sistem ini bisa segera dimanfaatkan pembudidaya ikan di Batam,” ujar Yudi, Selasa (7/10).

Teknologi bioflok memanfaatkan mikroorganisme organik untuk menjaga kualitas air, sehingga ikan dapat tumbuh dengan baik tanpa sering mengganti air kolam. Selain ramah lingkungan, sistem ini juga menghemat biaya pakan hingga 30 persen dan meningkatkan kepadatan tebar ikan dalam satu kolam.

Baca Juga: BP Batam Siapkan Transformasi Tata Kelola Pelabuhan dan Bandara

“Dengan bioflok, para pembudidaya bisa lebih hemat dan hasil panen lebih stabil. Ini teknologi yang cocok untuk wilayah seperti Batam yang punya lahan terbatas tapi kebutuhan ikan tinggi,” jelas Yudi.

Program ini tidak hanya difokuskan pada budidaya lele, tetapi juga menyasar ikan air tawar lainnya seperti nila dan patin. Pemerintah berharap, penerapan teknologi ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan pembudidaya kecil di berbagai kecamatan.

Sementara itu, tren produksi ikan budidaya di Batam tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Dinas Perikanan Kota Batam mencatat produksi lele mencapai 258.583 kilogram pada Agustus dan naik menjadi 261.173 kilogram pada September 2025. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024, masing-masing sebesar 176.042 kilogram dan 184.713 kilogram.

Menurut Yudi, kenaikan produksi ini merupakan hasil dari stabilitas situasi di lapangan serta dukungan pemerintah melalui bantuan pakan, bibit, dan pendampingan teknis.

“Tahun lalu banyak pembudidaya masih menahan diri karena situasi belum pasti. Sekarang mereka kembali aktif, dan hasilnya menggembirakan,” ujarnya.

Baca Juga: Pejabat Polresta Barelang Mutasi, Kapolsek Bulang Dijabat Ipda Bobby Pratama

Penerapan sistem bioflok disebut akan memperkuat capaian positif ini, terutama dalam mendukung produksi ikan air tawar berkelanjutan di Batam. Selain meningkatkan efisiensi produksi, teknologi tersebut juga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

“Visi kami adalah menjadikan Batam sebagai kota maritim modern yang mampu mengelola sumber daya perikanan dengan pendekatan teknologi dan ramah lingkungan,” tutup Yudi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update