Senin, 16 Maret 2026

Batasi Penggunaan Teknologi Pada Anak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Banyaknya kasus asusila anak di Kota Batam dipengaruhi penggunaan teknologi. Karena itu para orangtua diminta untuk membatasi buah hatinya mengakses konten-konten yang kurang baik.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam, Abdillah.

“Jadi ada kemudahan anak-anak mengakses konten-konten yang mengarah ke sana (asusila,red). Bahkan akses anak sekarang ini lebih cepat dibandingkan orangtua,” ujarnya.

Menurutnya, pengaksesan konten tersebut bisa saja mengarah ke konten pornografi. Kemudian memudahkan anak berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang dewasa.

“Sehingga orangtua susah mengikuti perkembangan anak. Dan orangtua tidak optimal melakukan pengawasan. Jadi penggunaan teknologi ini harus dibatasi,” katanya.

Selain peningkatan pengawasan orangtua, lanjutnya, untuk mencegah terjadinya kasus asusila diperlukan sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kekerasan Seksual kepada masyarakat. Sehingga bisa memberikan shock terapi kepada pelakunya.

“Sekarang ini banyak pelaku baru. Artinya sosialisasi UU ini belum maksimal. Kalau masyarakat mengetahui undang-undang ini, maka pelaku itu memahami yang diperbuatnya itu salah,” ungkapnya.

Sementara Aktivis Pemerhati Anak Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, banyaknya kasus asusila dikarenakan kurangnya sosialisasi tentang hukuman kepada para pelaku. Menurut Erry, hukuman terhadap pelaku pencabulan masih tergolong ringan.

“Hukum kita sudah menberikan hukuman yang maksimal kepada para pelaku ini. Tapi saat ini hukuman terhadap pelaku masih rendah,” katanya.

Erry menjelaskan, hukuman maksimal harus diberikan kepada pelaku. Sehingga memberikan efek jera serta pelajaran terhadap masyarakat.

“Harus ada efek jera, dan ini menjadi contoh kepada masyarakat. Maka harus disosialisasikan,” katanya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

SALAM RAMADAN