
batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terus berinovasi meningkatkan pelayanan persampahan atau kebersihan salah satunya dengan memaksimalkan pelayanan pembayaran objek retribusi sampah secara online atau non tunai berbasis kode batang atau barcode.
Kepala DLH Kota Batam Herman Rozie melalui Kabid Pengelolaan Sampah DLH Batam, Faisal Novrieco, mengatakan, sejumlah perumahan di wilayah Sagulung dan Batu Aji saat ini sudah menerapkan sistem barcode untuk penerimaan retribusi sampah.
“Beberapa perumahan di wilayah Sekupang, Lubuk Baja, Batam Kota hingga Sagulung dan Batu Aji sudah terlayani retribusi dengan barcode. Memang belum semua perumahan, namun ini akan terus kita maksimalkan secara bertahap,” ujar Faisal, Minggu (17/7/2022).
Faisal menyebutkan, pihaknya terus mendorong pembayaran retribusi sampah melalui online atau non tunai.
Seperti halnya uang elektronik atau e-money. Meski masyarakat Kota Batam masih meminati pembayaran tunai untuk bertransaksi.
“Karakter masyarakat kita (Batam,red) masih menyukai transaksi tunai, secara perlahan hal ini akan kita berlakukan pembayaran retribusi sampah secara online, sama seperti halnya kita masuk tol ada uang elektronik dulu,” ucap Faisal.
DLH mulai menerapkan pembayaran non tunai untuk pembayaran semua tagihan retribusi sejak awal 2018 lalu. Kecamatan Sekupang saat itu jadi proyek perdana melakukan pemasangan stiker barcode pada perumahan.
“Ada petugas kolektor dari DLH yang melakukan scan pada stiker barcode di rumah warga. Setelah discan dari alat PDA akan keluar tagihan retribusi pada masing-masing rumah setiap bulannya,” tambah Faisal.
Objek retribusi yang diberlakukan menggunakan barcode hanyalah di kawasan perumahan maupun ruko.
Melalui sistem ini di tahun 2021 DLH terbukti berhasil meningkatkan pendapatan retribusi sampah hingga 20 persen. Angka ini naik jika dibandingkan pembayaran menggunakan karcis.
“Barcode ini sasarannya memang kawasan perumahaan dan ruko. Sedangkan untuk wilayah kavling atau jenis rumah lainnya seperti ruli tetap dikutip namun belum dengan barcode,” ungkapnya.
Kedepan, DLH menargetkan seluruh perumahan di Batam bisa terlayani dengan online melalui barcode. Pihaknya terus berupaya memaksimalkan, pelayanan pengangkutan sampah di sembilan kecamatan yang ada di Batam.
“Apabila pelayanan sampah semakin baik, tentu kesadaran warga membayar retribusi akan semakin tinggi,” katanya.
Iwan, Seorang warga Perumahan Graha Nusa Batam Sagulung menyambut positif pemasangan stiker barcode tersebut karena mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.
Selama ini tagihan retribusi sampah di tempat tinggalnya sudah sepaket dengan uang keamanan.
“Ini baru retribusi perdana bayar sampah dengan barcode di komplek ini, saya bayarnya masih tunai ke petugas, usai discan barcode langsung keluar print out tagihan yang akan dibayar, mungkin karena baru diterapkan,” tuturnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



