batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan semarak bulan suci Ramadan tidak lepas dari kehadiran bazar Ramadan. Lapak jualan dadakan ini menyajikan berbagai menu berbuka puasa yag beragam.

Ia mengungkapkan keberadaan bazar Ramadan tidak dilarang, bahkan diperbolehkan. Hal ini juga bisa mendorong peningkatan ekonomi pelaku usaha. Kendati demikian, pihaknya tetap mengawasi jalannya bazar Ramadan ini.
Pengawasan yang dilakukan di antaranya, mengupayakan mengurai kerumunan di tempat bazar. Untuk mengatasi persoalan kerumunan ini, biasanya tim dari kecamatan yaitu Satpol PP akan turun melihat pelaksanaan bazar di masing-masih wilayah.
“Ini sudah tiap tahun dilakukan. Jadi nanti tim akan rapat dan mengatur titik-titik pelaksanaan bazar di masing-masing kecamatan. Jadi tetap diperbolehkan, namun dengan pengawasan, guna menghindari kerumunan yang berlebih,” ujarnya, Selasa (15/3).
BACA JUGA: Jangan Ada Pemadaman Bergilir saat Ramadan
Pengawasan lain yang dilakukan adalah di bagian kesehatan menu takjil atau makanan untuk berbuka. Untuk ini akan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Nantinya masing-masing tim puskesmas di wilayah kerja akan turun. Hal ini bertujuan untuk mengambil sampel makanan dan melakukan uji keamanan pangan.
“Tentu menu takjil ini diharapkan bebas dari bahan berbahaya seperti pewarna atau bahan pengawet lainnya,” sebut Amsakar.
Pengawasan ini bertujuan memastikan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, perlu dilakukan pengawasan. Ia juga mengimbau kepada pelaku usaha yang nanti akan berjualan, untuk memperhatikan penggunaan bahan makanan yang aman bagi konsumennya.
“Jangan sampai ada yang dirugikan, karena ingin mengambil keuntungan. Apalagi menu berbuka ini selalu menjadi buruan masyarakat dan sudah menjadi budaya dan tradisi,” imbuhnya.
Untuk pengawasan bazar Ramadan itu yah paling diutamakan. Sedangkan pelaksanaan nanti diserahkan ke masing-masing wilayah. Bagaimana mengatur agar pelaksanaan bazar tetap berjalan aman, dan nyaman bagi pengunjung stand bazar tentunya. (*)
Reporter : YULITAVIA



