Sabtu, 14 Maret 2026

BBM Nonsubsidi Naik Lagi, Segini Harganya Sekarang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Petugas SPBU di Kota Batam melayani pengendara yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – PT Pertamina (Persero) per 10 Juli 2022 kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan ini merupakan kenaikan ketiga di tahun 2022, setelah sebelumnya sempat naik pada 12 Februari 2022 dan 3 Maret 2022.

Sebelum 12 Februari 2022, harga jual Pertamax Turbo di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kepri dan Batam sebesar Rp 12.700 per liter kemudian naik menjadi Rp 14.000 per liter. Sementara harga jual Pertamina Dex sebelumnya Rp 11.550, kini naik menjadi Rp 13.700.

Begitu juga dengan Dexlite, naik menjadi Rp 12.650 per liter dari harga sebelumnya Rp 9.900 per liter.

Kemudian pada 3 Maret 2022, Pertamina kembali menaikkan BBM nonsubsidi. harga jual Pertamax Turbo di SPBU wilayah Kepri dan Batam sebelumnya Rp 14.000 per liter, naik menjadi Rp 15.100 per liter. Sementara harga jual Pertamina Dex sebelumnya Rp 13.700 menjadi Rp 14.300.

Begitu juga dengan Dexlite, naik menjadi Rp 13.550 dari harga sebelumnya Rp 12.650 per liter.

Setelah mengalami dua kali kenaikan, per 10 Juli Pertamina kembali menaikkan BBM nonsubidi.

Untuk wilayah Kepri dan Batam, produk Pertamax Turbo naik menjadi Rp 16.900 per liter, dari sebelumnya Rp15.100. Pertamina Dex naik menjadi Rp 17.200 per liter dari harga sebelumnya Rp14.300.

Kemudian Dexlite naik menjadi Rp 15.700 per liter dari sebelumnya Rp13.550.

Tidak hanya BBM, Pertamina juga menaikkan harga untuk LPG non subsidi (Bright Gas) akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 per Kg.

Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, mengatakan, PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar subsidi.

Baik itu BBM jenis Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg, di tengah tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk produk Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg tidak ada kenaikan harga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pertamina hanya melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi yakni Bright Gas.

Menurutnya, penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia.

“Saat ini penyesuaian harga kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series. Tapi untuk BBK jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi harganya tetap, tidak berubah, masih Rp13.000 di Kepri,” katanya.

Perlu diketahui, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Begitu pula dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada Juli ini mencapai 725 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN