Senin, 19 Januari 2026

BC Batam Dalami Jaringan Penyelundupan Sembako, Belasan Orang Diperiksa

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapal yang ditangkap di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

batampos – Bea Cukai Batam terus mendalami kasus penyelundupan puluhan ton sembako yang sebelumnya diungkap Intel Kodim 0316/Batam di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang. Hingga Senin (1/12), penyelidikan memasuki tahap penelusuran rinci asal-usul barang, pemilik muatan, serta pihak yang terlibat dalam operasi penyelundupan tersebut. Pemeriksaan terhadap belasan saksi telah dilakukan.

Kasi Layanan Informasi Bidang BKLI Bea Cukai Batam, Mujiono, mengungkapkan bahwa penyelidikan sempat terkendala karena saat pelimpahan barang bukti, Kodim hanya menyerahkan kapal dan muatan tanpa menghadirkan ABK maupun nakhoda kapal.

“Seperti saya sampaikan di awal, bahwa saat kami terima dari limpahan itu tidak ada ABK atau nakhoda kapal. Perlu penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, tidak adanya para kru membuat proses mengungkap penanggung jawab utama menjadi jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Bea Cukai Telusuri Pemilik Bahan Pokok Selundupan di Tanjung Sengkuang

Bea Cukai kini fokus menelusuri asal-usul komoditas item per item. Sedikitnya 15 jenis barang ditemukan, mulai dari beras berbagai merek, gula pasir, minyak goreng, mi instan, susu UHT, frozen food, hingga parfum.

“Kita telusuri asal-usul barang-barang itu item by item,” jelas Mujiono.

Penelusuran dilakukan untuk memastikan mana yang merupakan produk lokal dan mana yang diduga barang impor ilegal.

Penelusuran mendalam juga dilakukan terhadap beras yang jumlahnya paling dominan. Menurut Mujiono, timnya menelusuri asal beras berdasarkan merek yang tercantum dalam karung.
“Beras juga begitu, kita telusuri per merek. Ada beberapa merek. Untuk merek Horas misalkan, kita telusuri siapa agennya dan dari mana datangnya. Itu penyelidikan saat ini,” katanya. Pemeriksaan distribusi dan dokumen pendukung terus dilakukan.

Untuk memperkuat penyidikan, Bea Cukai telah memeriksa belasan orang yang dianggap memiliki keterkaitan dengan pergerakan barang-barang tersebut. Pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui siapa pemilik muatan, siapa pemasok, dan kepada siapa barang tersebut akan dikirimkan.

“Kita sudah periksa belasan orang yang berkaitan dengan penelusuran item barang tadi,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Cabai Tinggi, Sayuran Merangkak Naik

Sebelumnya, sempat beredar video viral seorang pengusaha yang mengklaim sebagai pemilik sebagian muatan beras dan menunjukkan dokumen pendukung. Namun Mujiono menegaskan bahwa klaim tersebut belum bisa diterima begitu saja.

“Terkait viralnya sebelumnya seorang pengusaha tunjukkan dokumen beras, itu belum bisa disimpulkan karena masih harus ditelusuri,” tegasnya. Seluruh dokumen pembuktian tetap harus melalui verifikasi dan analisis resmi.

Penindakan ini bermula pada Senin (24/11) malam saat Unit Intel Kodim 0316/Batam menerima informasi adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan di Pelabuhan Haji Sage. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan tiga kapal; KM Permata Pembangunan, KM Sampurna 03, dan KM Rezki di laut, sedang menurunkan muatan dalam kondisi tanpa dokumen, tanpa manifest, dan tanpa izin berlayar resmi. Aktivitas langsung dihentikan dan muatan diamankan.

Selain kapal, tiga truk juga diamankan karena diduga menjadi bagian dari jalur distribusi darat menuju Tanjung Balai Karimun. Truk-truk tersebut memuat puluhan ton sembako yang rencananya akan dikirim melalui jalur tidak resmi. Barang bukti kemudian dikawal dan diserahkan kepada Bea Cukai Batam untuk proses pencacahan serta pemindahan ke Gudang Penindakan Tanjung Uncang.

Hingga kini, Bea Cukai Batam masih melanjutkan pemeriksaan fisik dan administrasi seluruh barang bukti. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan apakah barang-barang tersebut melanggar ketentuan impor, distribusi, atau kepabeanan.

“Kami dalami terus sampai jelas siapa penanggung jawab sebenarnya,” ujar Mujiono. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update