Jumat, 23 Januari 2026

Bea Cukai Dalami Barang Tangkapan Kodim di Pelabuhan Haji Sage, Koordinasi Lintas Instansi Terus Diperkuat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapal berisi sembako yang ditangkap di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

batampos – Bea Cukai Batam memastikan penyelidikan terhadap penindakan penyelundupan barang di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, masih terus berjalan. Kasus yang sebelumnya diungkap oleh Kodim 0316/Batam itu kini memasuki tahap pendalaman terhadap pihak-pihak terkait, termasuk penelusuran asal barang dan jaringan distribusinya.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavian, membenarkan bahwa barang hasil tangkapan Kodim tersebut masih dalam proses pemeriksaan intensif.

“Tangkapan Kodim di Tanjung Sengkuang masih dalam pemeriksaan pihak-pihak terkait,” ujarnya di kantor Bea dan Cukai Batam, Rabu (17/12).

Baca Juga: Bea Cukai Telusuri Asal dan Pemasok Beras Ilegal di Pelabuhan Haji Sage

Menurutnya, proses ini memerlukan kehati-hatian agar penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hukum.

Evi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa mayoritas barang merupakan komoditas antar pulau. Namun demikian, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berasal dari impor.

“Mayoritas barang antar pulau, tapi ada juga barang impor. Ini yang terus kita dalami asalnya dan siapa distributornya,” kata Evi. Penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran kepabeanan dan perizinan.

Sejauh ini, Bea Cukai Batam masih memfokuskan pemeriksaan pada kecocokan fisik barang dengan dokumen pendukung yang ada. Seluruh item muatan diteliti satu per satu untuk mengetahui legalitas distribusi, baik sebagai barang domestik maupun barang impor. Hasil dari pendalaman ini akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.

“Untuk perkembangan hasil pemeriksaan, nanti akan kita rilis secara resmi,” tegas Evi.

Ia menambahkan bahwa Bea Cukai Batam tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh data dan keterangan saksi dinyatakan lengkap. Transparansi informasi, kata dia, akan tetap dijaga sesuai tahapan penyidikan.

Selain kasus penyelundupan tersebut, Bea Cukai Batam juga tengah menangani persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni penyelesaian penanganan kontainer limbah yang menumpuk di Pelabuhan Batuampar. Evi mengungkapkan bahwa penyidik saat ini masih fokus menyelesaikan permasalahan kontainer tersebut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan operasional pelabuhan.

“Penyidik juga masih dalam proses penyelesaian kontainer limbah yang menumpuk di Pelabuhan Batuampar,” jelasnya. Penanganan dilakukan secara paralel dengan tetap memprioritaskan kasus-kasus yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian dan ketertiban distribusi barang.

Dalam menangani kedua persoalan tersebut, Bea Cukai Batam memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi teknis lainnya dinilai penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan penegakan hukum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sebelumnya, penindakan di Tanjung Sengkuang dilakukan setelah Kodim 0316/Batam menerima informasi adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan di pelabuhan rakyat. Dari lokasi tersebut, diamankan sejumlah kapal, truk, dan puluhan ton barang konsumsi tanpa dokumen lengkap yang kemudian dilimpahkan ke Bea Cukai Batam untuk penanganan lanjutan. (*)

Update