Kamis, 5 Februari 2026

Belajar ke TIM dan DKJ, Pemko Batam Matangkan Pembangunan Taman Budaya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rombongan dari Disbudpar Batam berdiskusi dengan pihak TIM dan DKJ sebagai bekal mempersiapkan pembangunan Taman Budaya Batam. F. Disbudpar untuk Batam Pos

batampos – Langkah Pemerintah Kota Batam menghadirkan ruang khusus bagi seni dan budaya kian nyata. Demi mematangkan rencana pembangunan taman budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam menimba referensi langsung ke pusat kesenian nasional, Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Taman budaya tersebut direncanakan menjadi ruang ekspresi dan apresiasi aneka seni budaya yang berkembang di Batam, termasuk seni paguyuban. Pembangunannya merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Sebagai langkah awal persiapan pembangunan gedung, tata kelola, serta penganggaran, Disbudpar Batam melakukan kunjungan koordinasi dan studi banding ke TIM dan DKJ.


Baca Juga: Awal 2026, Penduduk Datang ke Batam Capai 6.810 Jiwa, Pindah Keluar Batam 5.101 Jiwa

Rombongan dipimpin Kepala Bidang Kebudayaan Samson Rambah Pasir, didampingi Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata (SOW) Harry Budiman, serta staf kebudayaan Raja Zulkarnain.
Kedatangan rombongan Disbudpar Batam disambut hangat oleh pengelola TIM dan pengurus DKJ.

“Sambutan dan layanan dari pengelola TIM dan pengurus DKJ sangat luar biasa. Mereka antusias dan memberikan banyak informasi yang kami butuhkan,” ujar Samson Rambah Pasir.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh referensi terkait penyusunan detail engineering design (DED), sistem tata kelola, serta regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan taman budaya. Dalam kesempatan itu, pengelola TIM dan pengurus DKJ juga mengajak rombongan Disbudpar Batam berkeliling meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang pementasan utama, teater besar dan kecil, hingga sarana pendukung lainnya.

Baca Juga: BP Batam, TNI dan Polisi Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Area Bandara Hang Nadim

Kompleks seni budaya TIM dan DKJ sendiri merupakan pusat kesenian yang pertama kali digagas dan dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

“Terima kasih kepada Pak Eko dan seluruh pengelola TIM, serta pengurus DKJ seperti Hasan Aspahani, Mas Adith, dan Mas Imam yang dengan sukarela dan penuh antusias memberikan referensi, baik berupa data, gambar, maupun penjelasan langsung di lapangan. Ini pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” kata Harry Budiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menegaskan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi rujukan penting dalam pembangunan dan pengelolaan taman budaya di Batam.

“Informasi, data, dan regulasi yang diperoleh dari kunjungan ini akan kami jadikan referensi untuk memperkaya konsep pembangunan dan pengelolaan taman budaya di Batam,” ujar Ardiwinata saat dihubungi terpisah.

Baca Juga: Murah tapi Enak! Ini 5 Cafe di Batam yang Cocok untuk Nongkrong dan Ramah Kantong

Ia menambahkan, Pemko Batam menargetkan pembangunan taman budaya mulai dilaksanakan tahun ini. Lokasinya direncanakan berada di tapak bekas Gedung Beringin, Sekupang.

“Seniman, budayawan, serta para pelaku seni di Batam tidak lama lagi akan memiliki ruang untuk berkreasi, berekspresi, dan berkegiatan secara berkesinambungan, yakni taman budaya,” kata Ardiwinata.

Menurutnya, pembangunan taman budaya juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan 15 skala prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, khususnya prioritas nomor 11, yakni pengembangan pusat seni budaya paguyuban. (*)

Update