Minggu, 18 Januari 2026

Belajar Memahami Tindak Kejahatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
foto: Aditya Mukti for zetizen, unsplash • ilustrasi: nina/zetizen team

batampos – SIAPA yang sewaktu kecil sering main polisi-polisian atau gemar nonton Detective Conan? Pasti dulu sempat terlintas kalau gede mau menghapus kejahatan di muka bumi, haha. Well, impianmu itu bisa terwujud lho. Kalau kamu tertarik mempelajari seputar investigasi dan kasus kejahatan, ada satu jurusan kuliah yang cocok buat kamu.

Yaps, jurusan kriminologi namanya! Mau tahu gimana keseruan kuliah di jurusan kriminologi? Yuk, kita tanya langsung sama Aditya Mukti Rahadi, alumnus Kriminologi Universitas Indonesia.

Kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari segala aspek tentang kejahatan dan penyebabnya di masyarakat. Di jurusan tersebut kamu bakal mencari penyebab perilaku kejahatan , kronologi , hukuman , pencegahan , dan pengendaliannya.Karena itu, kriminologi berhubungan dengan banyak ilmu lain seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, sejarah, biologi, geografi, antropologi, filsafat, politik, hukum, hingga jurnalistik.

”Di jurusan kriminologi banyak sekali mata kuliah yang didapatkan. Ada etnografi kejahatan di Indonesia, teror dan terorisme, sosiologi perilaku menyimpang, kriminologi dan pembangunan, kejahatan terencana, sistem peradilan pidana, hak asasi manusia strategi pencegahan kejahatan, kejahatan seksual, kejahatan lingkungan, viktimologi, serta jurnalistik investigasi. Nah, aku sendiri tertarik sama kejahatan transaksional. Yang mana aku bisa belajar cybercrime, terorisme, drug trafficking, dan human trafficking,” tutur Aditya.

Menariknya, kamu nggak hanya duduk di kelas dan mencatat penjelasan dosen lho. Ada kegiatan lapangan yang sangat menantang. Misalnya, berkunjung ke lapas dan berdiskusi dengan penghuni penjara. Selain itu, saat olah tempat kejadian perkara(TKP), kamu bisa mempelajari sidik jari, jejak darah, hingga reka ulang perkara. Pastinya seru banget dan bikin melek sama berbagai tindakan kriminal dan pelanggaran yang pernah terjadi.

Masuk jurusan itu nggak harus dari latar belakang rumpun ilmu tertentu kok. ”Aku aja dari IPA, dan baru belajar sosiologi saat kelas 12 SMA. Hampir sama dengan jurusan lain sih. Yang disiapkan adalah semangat, keinginan belajar, dan pantang menyerah. Karena kita nantinya bisa belajar dari nol. Tantangannya itu saat nggak bisa menyeimbangkan diri di tengah-tengah teman yang kompetitif. Kalau malas, ya pasti bakal merasa ketinggalan,” ujarnya.

Semakin kompleks kehidupan, semakin meningkat pula kriminalitas yang terjadi. Lulusan jurusan kriminologi sangat dibutuhkan, baik di kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan. Kesempatan berkarier di lembaga seperti BIN, KPK, Kementerian Hukum, BNPT, Komnas Perempuan, BNN, Komnas HAM, hingga jurnalis juga terbuka lebar.

Ditambah pula baru ada tiga perguruan tinggi yang membuka jurusan tersebut. Yaitu, Universitas Indonesia, Universitas Budi Luhur, dan Universitas Islam Riau. Wah, peluang masuk kuliah dan berkarier setelah lulus lebih besar nih! (arm/c13/lai)

Nabiel Azriel for zetizen

Susah, tapi Seru
Dulunya aku tertarik sama jurusan ini karena suka banget seputar kejahatan. Kayak kepo aja kenapa orang bisa jadi jahat. Di kriminologi itu seru. Kalau ada kasus kejahatan terbaru, langsung dibahas dan dikaitin sama teori kejahatan yang ada. Bahkan, waktu masih mahasiswa baru, kita udah diajak ke lapas anak untuk berinteraksi dengan andikpas (anak didik pemasyarakatan) di sana. Kita juga membahas fenomena masyarakat yang memiliki gejala berbeda di setiap mata kuliah. Nah, karena jurusan ini masih jarang di Indonesia, bahan ajarnya lebih banyak berbahasa asing. Kalau dibilang susah, ya susah. Tapi, kalau niat belajar dari awal bisa kok ngikutin materinya karena bahasannya nggak jauh-jauh dari lingkungan sekitar kita. (arm/c13/lai)

Agatha Florencia for zetizen

Topik Pembahasannya Unik
Menurutku, setiap mata kuliah di jurusan ini punya keunikan dan memberi kesan tersendiri. Di situ kita bahas bagaimana manusia yang awalnya diciptakan dengan baik oleh Tuhan kemudian dia menjadi jahat. Kita diberi kesempatan untuk berkunjung ke tempat yang mungkin nggak semua orang bisa masuk. Seperti ketemu narapidana kelas kakap di Lapas Nusa Kambangan. Terus, aku juga pernah dapat tugas untuk mendalami kehidupan waria. Dukanya sih mungkin saat bingung dalam menganalisis kejahatan. Cara mengatasinya ya dengan banyak baca buku. Kadang juga kesulitan dalam mencapai isi pikiran pelaku kejahatan saat investigasi kasus. Tapi, karena udah passion, ya aku tetap menikmati semua prosesnya meskipun susah. (arm/c13/lai)

 

“Bisa Jadi Detektif”

Reporter : Siti Nuranisah
Editor : Agnes Dhamayanti

Sadar nggak sih kalau sesuatu yang berbau investigasi atau kasus kejahatan itu sangat menarik untuk dikulik. Menonton dibeberapa film/drakor saja membuat kita merasa kalau jadi detektif itu pasti seru banget. Jika kalian berminat, ada loh jurusan yang cocok yaitu jurusan kriminologi. Nah menurut teman Zets seperti apa sih jurusan satu ini? Yuk Simak! (*)

F. Dok Pribadi

Alvin Rama Altruist
@alvinaltruist
Universitas Putra Batam

Jurusan kriminologi adalah jurusan yang mempelajari tentang sebuah investigasi, kejahatan, serta penyebab yang terjadi di lingkungan masyarakat. Biasanya sih di jurusan ini akan fokus terhadap sebuah penelitian, jenis penyebab, serta pengendalian sebuah kejahatan yang terjadi. Kuliah kriminologi akan sangat seru dan menantang, dan pastinya akan membuka mata kamu akan berbagai rahasia atau misteri di balik berbagai kejadian tindak kriminal yang terjadi di sekitar kita. (*)

F. Dok Pribadi

Grace Tabita Sabrina Palit
Politeknik Negeri Batam
@grace.tabita12

Jurusan Kriminologi adalah jurusan yang cukup langka namun memiliki prospek kerja yang menarik. Memang belum banyak universitas yang membuka program studi satu ini, namun di beberapa universitas jurusan ini cukup jadi rebutan para pelajar. Dalam jurusan ini kita mempelajari bagaimana lingkungan sekitar dan interaksi dengan keluarga hingga masyarakat dalam mempengaruhi tindak kriminal. Dari aspek hukum, kamu dapat menelaah berbagai pelanggaran hukum dan pasal-pasal yang dilanggar. Hingga dapat menuliskan narasi berita kriminal yang berimbang. (*)

Update