Sabtu, 4 Juli 2026

Belasan Kasus Bunuh Diri di Batam hingga Pertengahan 2026, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

Berita Terkait

Ilustrasi orang tergantung. f Istimewa

batampos – Belasan kasus bunuh diri tercatat terjadi di Kota Batam sejak awal 2026. Fenomena tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena menunjukkan pentingnya peningkatan kepedulian terhadap kesehatan mental serta dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan hidup.

Psikolog Irfan Aulia mengatakan, seseorang yang mengalami krisis hingga berpikir untuk mengakhiri hidup umumnya telah memiliki beban psikologis atau riwayat persoalan yang berlangsung cukup lama.

Kondisi itu dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, konflik keluarga, persoalan pekerjaan, hingga penilaian negatif terhadap diri sendiri.

“Orang seperti ini memiliki pikiran negatif yang terus berulang dan sulit dihentikan,” ujarnya.

Baca Juga: Geger Pagi di Sagulung, Pria Ditemukan Tergantung di Simpang Taman Cipta Asri

Menurut Irfan, sebelum mencapai titik krisis, seseorang biasanya mengalami proses yang tidak terjadi secara tiba-tiba. Mereka dapat merasakan putus asa, kesepian, hingga meyakini bahwa persoalan yang dihadapi tidak akan pernah berakhir.

“Mereka ini merasa sendiri, tidak punya tempat bercerita, dan menganggap tidak ada lagi jalan keluar,” katanya.

Karena itu, Irfan menekankan pentingnya mencari pertolongan sejak dini ketika mulai merasa tertekan, kehilangan semangat, atau terus-menerus dibayangi pikiran negatif. Bantuan, kata dia, dapat diperoleh dari orang-orang terdekat maupun tenaga profesional.

“Ketika mulai merasa tertekan, carilah tempat yang membuat aman dan nyaman. Bisa berbicara dengan keluarga, sahabat, tokoh agama, atau meminta bantuan psikolog,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerhati Anak Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembuangan Bayi di Batam

Ia menambahkan, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Kehadiran orang yang mau mendengar tanpa menghakimi dapat membuat seseorang merasa lebih dihargai dan tidak sendirian dalam menghadapi persoalannya.

“Ketika seseorang merasa aman dan mendapat dukungan sosial, ia akan lebih mudah melewati titik terendahnya. Saat ada tempat bercerita dan orang yang dipercaya, harapan untuk pulih akan jauh lebih besar,” tutupnya. (*)

UPDATE