
batampos – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam mengimbau para pengguna jasa penyeberangan agar membeli tiket lebih awal sebelum waktu keberangkatan. Hal ini untuk menghindari antrean panjang maupun keterlambatan akibat pembelian tiket mendadak di pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Batam, Andri Setiawan menjelaskan bahwa saat ini sistem pembelian tiket telah sepenuhnya menggunakan platform daring Tripedgi.com. Dalam sistem tersebut, kuota keberangkatan diatur berdasarkan jam. Artinya, setiap jadwal kapal memiliki batas kapasitas yang terpantau secara real time.
“Harapannya kepada para pengguna jasa agar jauh-jauh hari membeli tiket, paling telat empat jam sebelum jadwal keberangkatan. Dengan begitu, ketika memasuki area pelabuhan, mereka sudah memiliki tiket dan tidak ada kendala saat check-in,” ujar Andri, Rabu (16/10).
Baca Juga: 10 Korban Kapal Federal II Teridentifikasi, Keluarga Tunggu Tanggung Jawab Perusahaan
Menurutnya, kebijakan itu sekaligus mendorong penumpang untuk lebih disiplin dalam merencanakan perjalanan. Dengan sistem daring, pihak ASDP dapat memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan akibat keterlambatan pembelian tiket.
“Seluruh pembelian dilakukan melalui Tripedgi.com. Kami tidak melayani penjualan tiket on the spot di pelabuhan. Jadi, tidak ada lagi istilah gosok tiket atau beli langsung di loket keberangkatan,” tegasnya.
Andri menyebut, sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait kendala jaringan atau akses pembelian tiket secara daring. Hal ini menunjukkan sistem digitalisasi layanan yang diterapkan ASDP telah berjalan dengan baik.
“Kalaupun ada masyarakat yang kesulitan mengakses, mereka bisa membeli tiket melalui penjual resmi di luar pelabuhan. Namun, tetap disarankan membeli secara mandiri lewat website trip.ferizy.com,” katanya.
Baca Juga: KPK Turun ke Batam, Awasi Dana Pokir dan Kerja Sama OPD
Ia juga mengingatkan, bagi penumpang yang mencoba membeli tiket kurang dari satu jam sebelum jadwal kapal berangkat, kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kuota. “Karena sistem kami otomatis menutup pemesanan satu jam sebelum kapal berangkat,” jelas Andri.
Dengan kebijakan ini, ASDP berharap proses keberangkatan di pelabuhan, khususnya di Batam, dapat berjalan lebih lancar, aman, dan tepat waktu tanpa hambatan administratif di loket tiket. (*)
Reporter: Yashinta



