Rabu, 14 Januari 2026

Beras Premium Batam Jauh Lebih Murah, Ini Sebabnya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Beras premium berbagai merek yang dijual di supermarket di Batam.

batampos – Kebutuhan beras jenis premium di Kota Batam tergantung dari impor luarnegeri. Karena itu, harga beras premium di Batam jauh lebih murah dibanding daerah Indonesia lainnya. Meski begitu, beras impor yang masuk ke Batam, dilarang dibawa keluar.

Kasubdit I Indag Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan kuota impor beras ke Batam ditetapkan secara khusus oleh BP Batam. Kuota tersebut hanya untuk konsumsi masyarakat Batam dan tidak boleh keluar daerah.

“Semua yang masuk ke Batam memang hanya untuk konsumsi lokal. Tidak bisa dipasarkan ke luar Batam,” ujarnya, Rabu (27/8).

Menurutnya, beras premium di Batam dipasok oleh importir dengan kuota yang tertentu. Yang kemudian, oleh distributor dikemas dalam berbagai merek, sesuai nama yang sudah diberi. Seperti beras merek Anak Ajaib, Padang Raya dan Harum Mas, serta merek lainnya. Merek ini bersama sejumlah brand impor lainnya mendominasi rak pasar tradisional hingga supermarket.

“Masyarakat membeli beras berdasarkan merek yang sudah terbiasa mereka konsumsi. Jadi wajar kalau brand tertentu lebih laku,” kata Ruslaeni.

Harga beras impor ini justru bisa lebih murah dibandingkan beras asal Jawa. Karena itu, beras yang dikirim dari Jawa umumnya kategori medium. “Ada juga premium dari Jawa, tapi karena harganya tinggi, begitu sampai di Batam jadi mahal ,” jelasnya.

Untuk jenis beras medium, rata-rata dipasok oleh Bulog dan didistribusikan dengan harga murah.

“Untuk medium itu contohnya beras SPHP yang didistribusi kan Bulog,”
Sebutnya.

Ruslaeni menyebut, mekanisme impor beras premium ke Batam diawasi ketat. Setiap importir mendapat kuota terbatas dari BP Batam. “Kuotanya sudah ditentukan. Kalau mereka dapat sekian ton, ya hanya itu yang boleh dimasukkan ke Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum beras impor diedarkan, seluruh barang melewati proses pemeriksaan di Bea Cukai. Setelah masuk ke Batam, pengawasan dilanjutkan di tingkat distribusi. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan, termasuk dugaan penyelundupan ke luar daerah. “Pengawasan berlapis agar benar-benar hanya untuk Batam,” tegasnya.

Kondisi ini membuat Batam unik dibanding daerah lain. Kota yang tidak memiliki sawah justru menjadi pasar besar untuk beras premium impor. Sementara di daerah lain, beras impor umumnya hanya pelengkap di pasaran.

Ruslaeni menilai kehadiran beras premium impor membantu masyarakat Batam mendapatkan pilihan dengan harga kompetitif. “Harga premium impor relatif lebih murah dibandingkan beras premium lokal dari Jawa. Jadi wajar kalau masyarakat di sini lebih banyak memilih impor,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar cermat dalam memilih produk. Setiap kemasan beras wajib mencantumkan identitas perusahaan distributor. “Kalau dilihat di bawah kemasan, ada PT siapa. Itu resmi dan diawasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dengan pengawasan ketat, Batam dipastikan tetap aman dalam distribusi pangan. (*)

Reporter: Yashinta

Update