Sabtu, 14 Maret 2026

Berdiri di Atas Drainase, Pihak Kecamatan Gusur Bangunan Liar di Seibinti

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Drainase induk depan RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Minggu (2/1). Drainase ini tetap tidak bisa menampung debit air bila hujan deras. Masih saja banjir menggenangi jalan raya. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Normalisasi drainase induk sebagai upaya mengatasi banjir tetap jadi program pembangunan prioritas tahunan di Sagulung. Drainase induk yang tersumbat sampah dan tanah dikeruk dan dilebarkan. Pemukiman liar yang berdiri diatas atau disekitar bantaran drainase digeser agar tidak merusak drainase.

Inilah yang tengah dilakukan di drainase induk perbatasan antara Kelurahan Seibinti dan Sagulung kota. Belasan ruli yang berdiri sepanjang bantaran drainase digeser ke lokasi yang lebih jauh demi kelancaran aliran air di dalam drainase.

“Masih terus berjalan (normalisasi Drainase). Drainase pemukiman ada belasan titik. Drainase induk ada satu titik yang sedang dikerjakan saat ini. Ada bangunan liar diatasnya dan sudah digeser, kemarin,” ujar Camat Sagulung M Hafiz, Selasa (5/7).

Secara umum, sebut Hafiz, program penanganan banjir di Sagulung sudah cukup banyak. Drainase induk di Seilangkai dan Seilekop sudah dikerjakan tahun-tahun sebelumnya dan saat ini masih dalam kondisi baik. Begitu juga dengan jalur penyebaran air sudah cukup maksimal.

“Memang masih ada banjir, tapi tidak berati tak ada upaya dari pemerintah. Sagulung ini ribet sistem drainasenya (saling berhubungan satu sama lain) dan terhubung ke Batuaji. Ada penyumbatan atau penyempitan di salah satu drainase maka akan berdampak ke wilayah lain. Ini yang terus kita ingatkan masyarakat untuk tetap tertib dengan sampah atau material lain. Jangan buang ke dalam parit,” ujar Hafiz.

Selama musim penghujan ini, pihak kecamatan bersama petugas dari instansi terkait lain rutin memantau dan mengawasi lingkungan drainase yang dianggap kunci kelancaran aliran air di Sagulung. Alat berat selalu disiagakan jika terjadi sumbatan yang menghalangi aliran air.

“Upaya perawatan dan pengawas tetap berjalan dengan baik. Cuman ada satu kendala yakni faktor alam. Kalau air pasang dan hujan deras memang agak ribet karena air tak mengalir lancar. Ini yang kita selalu waspada agar tidak terjadi banjir besar ke ruas jalan ataupun pemukiman warga,” kata Hafiz. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN