
batampos – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Duriangkang, Sei Beduk, Kamis (29/1) malam. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar serta pengendara yang melintas sebelum api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.
Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, membenarkan adanya kebakaran lahan tersebut. Menurutnya, api tidak meluas karena cepat ditangani oleh petugas damkar yang tiba di lokasi.
“Lahan yang terbakar tidak luas dan berhasil dipadamkan dengan cepat,” ujarnya.
Alex mengatakan hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih besar.
Baca Juga: Lori Crane yang Menabrak Rumah di Sekupang Belum Diketahui Status Uji Kirnya
“Jangan membakar lahan karena dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka, terlebih saat musim kemarau seperti sekarang.
“Saat ini cuaca kering sehingga risiko kebakaran lebih besar. Masyarakat harus lebih waspada,” ungkap Alex.
Diketahui, sejak awal tahun ini kebakaran kerap terjadi di Kota Batam. Tidak hanya lahan, sejumlah kejadian juga menghanguskan rumah warga, bengkel, hingga gudang milik pesantren.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kota Batam, M. Hafiz, menyebut sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian kecil yang sering dianggap sepele, seperti pembakaran sampah sembarangan, puntung rokok yang dibuang tidak pada tempatnya, serta penggunaan listrik dan api tanpa pengawasan.
Baca Juga: DLH Bantah Isu Sampah Tak Diangkat Hingga 5 Hari di Pusat Kota
“Risiko kebakaran meningkat saat cuaca panas disertai angin kencang. Api bisa cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, lahan, maupun hutan secara sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di area kering atau mudah terbakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran. Pencegahan dan pelaporan dini adalah kunci keselamatan bersama,” tutupnya. (*)



