
batampos – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan Gerakan Bersih Pantai dan Laut di Indonesia. Kali ini, gerakan membersihkan pantai dilakukan di kawasan pantai Nongsa, Batam, Kamis (17/3).
Dalam aksi ini, Sakti ikut serta dalam gotong royong membersihkan pantai. Pinggir pantai disusuri untuk memungut sampah yang berserakan.
Dalam kata sambutannya, Sakti menjelaskan program bersih pantai dan laut sebagai pesan kepada dunia tentang pentingnya menjaga ekositem laut. Apalagi untuk Batam, yang berdekatan atau berbatasaan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.
“Sampah di laut Batam tak hanya berasal dari masyarakat Batam, namun seluruh dunia. Untuk itu semuanya juga harus punya tanggung jawab,” kata Sakti.
Gerakan bersih pantai dan laut menjadi bagian penting umat manusia. Karena laut merupakan salah satu sumber kehidupan yang harus dijaga kebersihannya.
“Kalau lautnya biru, lautnya bersih maka langit juga akan biru,” ujarnya.
Menurut dia, kesadaran akan pentingnya kebersihan di laut di Batam sudah mulai mendapat respon yang cukup baik. Karena itu, Batam diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kita bisa sampaikan ke publik bahwa ini adalah bagian dari upaya upaya tetap menjaga ekosistem laut. Harapan saya dimulai dari sini juga menggelorakan ini semua ke seluruh wilayah di Indonesia, sehingga bulan cinta laut dicanangkan menjadi satu kegiatan yang bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran bagi umat dunia,” harapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad menyatakan rasa terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang peduli dengan kebersihan di pantai dan laut Kota Batam.
” Kami bangga dengan kegiatan ini, mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi masyarakat Batam untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian laut di Kota Batam,” ucap Amsakar. (*)
Reporter : Yashinta



