Sabtu, 24 Januari 2026

BI Kepri Gelar Event BERLAYAR 2025 di Belakang Padang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pembukaan event BERLAYAR 2025. f. Arjuna

batampos– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, resmi membuka gelaran BERLAYAR 2025 di Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (15/11) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BI Kepri mendorong ekonomi lokal, penguatan UMKM, serta percepatan penggunaan transaksi digital melalui QRIS di wilayah perbatasan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang dinilai berkolaborasi secara maksimal dalam menyukseskan acara tersebut. Ia juga memberi penghargaan kepada perbankan dan berbagai mitra strategis yang ikut mendukung penuh kegiatan BERLAYAR 2025.

“Apresiasi kepada pemerintah daerah atas kolaborasi dan dukungan yang begitu luar biasa. Terima kasih juga kepada rekan-rekan perbankan dan mitra sinergi yang telah bekerja keras. Tak lupa kepada masyarakat Belakang Padang yang menyambut kehadiran kami dengan senang hati dan semangat luar biasa,” katanya.

BACA JUGA: PLN Batam dan Maybank Indonesia Bentuk Kemitraan Strategis Melalui Skema IMBT untuk Pembangunan PLTGU 120 MW

Nama BERLAYAR bukan hanya indah didengar, tetapi menggambarkan perjalanan bersama dalam menembus batas, menyatukan budaya, sekaligus mendekatkan masyarakat pada kemajuan digital. Belakang Padang dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki nilai strategis.

“Pulau ini adalah garda terdepan Indonesia, menghadap langsung ke Singapura. Belakang Padang bukan hanya wilayah perbatasan, tetapi jembatan interaksi ekonomi lintas negara yang sangat strategis,” ujar dia.

Dengan posisi tersebut, BI menilai Belakang Padang memiliki potensi besar menjadi ikon ekonomi digital kawasan perbatasan, tempat budaya lokal bertemu teknologi. Melalui BERLAYAR 2025, BI ingin menghadirkan pendekatan edukatif, inklusif, dan menyenangkan agar masyarakat merasakan langsung manfaat pembayaran digital dalam aktivitas harian.

Ardhienus menyampaikan, event ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi momentum meningkatkan literasi keuangan digital. Materinya mencakup penggunaan QRIS, perlindungan konsumen, hingga kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Ia memaparkan bahwa transaksi QRIS di Kepri mencatat pertumbuhan akseleratif dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, volume transaksi mencapai 33,9 juta atau tumbuh 117,34 persen secara tahunan. Sementara hingga September 2025, jumlah transaksi melonjak menjadi 64,9 juta atau tumbuh 181,80 persen, dengan nilai transaksi menembus Rp7,7 triliun atau naik 140,31 persen secara tahunan.

Capaian tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kepri. Pada akhir 2024, total pengguna mencapai 530.327 orang atau tumbuh 26,49 persen. Hingga September 2025, posisi pengguna melonjak menjadi 952.360. Secara nasional, pengguna QRIS mencapai 55,4 juta atau tumbuh 21,08 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya potensi digitalisasi pembayaran dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ardhienus.

BI Kepri berkomitmen memperkuat ekosistem digital hingga ke wilayah terdepan, termasuk daerah perbatasan seperti Belakang Padang. Ia menyatakan bahwa digitalisasi akan berhasil bila melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Melalui BERLAYAR, kami ingin membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya milik kota besar, tetapi juga pulau-pulau terdepan negeri ini,” katanya.

Ia berharap, semangat Belakang Padang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kepri untuk terus mengakselerasi ekonomi digital dan memperluas penggunaan QRIS, termasuk pemanfaatan QRIS cross-border di kawasan perbatasan. (*)

Reporter: Arjuna

 

Update