Sabtu, 24 Januari 2026

Bina Marga Tanggap, Drainase di Lima Titik Banjir di Batuaji Langsung Dinormalisasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah satu perumahan yang terkena banjir.

batampos – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, khususnya di wilayah Batuaji. Sedikitnya lima kawasan dilaporkan kerap terendam banjir, yakni Perumahan Harapan Putra Moro, Perumahan Bumi Sarana Indah, Perumahan Senawangi, Perumahan Taman Karina, serta kawasan Tembesi Bengkel. Akibat kejadian tersebut, sekitar 340 kepala keluarga (KK) terdampak.

Banjir diduga terjadi akibat sistem drainase yang tidak memadai, ditambah sedimentasi tanah serta penumpukan sampah di saluran air. Kondisi ini diperparah oleh tingginya curah hujan yang terjadi bersamaan dengan pasang laut.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar Hasibuan mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat menangani banjir tersebut. Satu hari setelah kejadian, alat berat langsung diturunkan ke sejumlah lokasi terdampak.

Baca Juga: 340 KK Terdampak Banjir di Batuaji

“Sehari setelah kejadian, kami langsung menurunkan dua unit alat berat di Perumahan Taman Karina Batuaji. Alat ini digunakan untuk membersihkan saluran primer yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi tanah dan penumpukan sampah,” ujar Dohar, Senin (22/12) siang.

Ia menjelaskan, pendangkalan di saluran utama menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air. Oleh karena itu, normalisasi saluran menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir.

“Memang kemarin terjadi pendangkalan cukup parah. Sedimentasinya sudah banyak, sehingga langsung kita masukkan alat berat ke lokasi,” katanya.

Menurut Dohar, aliran drainase di kawasan tersebut bermuara hingga ke wilayah Perumahan Laguna. Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga telah menurunkan dua unit alat berat untuk memastikan aliran air kembali normal.

“Untuk Perumahan Karina dan Senawangi sudah kita tangani. Kejadiannya pada Jumat, dan Sabtunya langsung kita masukkan alat. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum penyebab banjir adalah tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam waktu singkat dan bersamaan dengan pasang laut. Meski demikian, air di sejumlah lokasi dilaporkan surut dalam waktu sekitar 30 menit setelah hujan reda.

“Curah hujan memang tinggi, tapi dalam 30 menit air mulai turun. Satu hari setelah itu kita langsung lakukan normalisasi di saluran-saluran primer yang mengalami sedimentasi dan penumpukan sampah,” jelasnya.

Tidak hanya fokus di Batuaji, Dinas Bina Marga juga melakukan penanganan di titik-titik lain yang kerap dilanda banjir. Salah satunya di kawasan Pesona Asri, yang sering tergenang akibat sistem drainase yang kurang optimal.

“Di Pesona Asri juga sudah kita masukkan alat berat amfibi, tepatnya di sekitar SPBU Bandara Hang Nadim,” kata Dohar.

Selain itu, penanganan juga dilakukan di Sungai Pelunggut yang kerap meluap saat hujan dengan intensitas tinggi. Normalisasi drainase dan pengerukan sedimentasi di kawasan tersebut telah dilakukan dengan menggunakan alat berat.

“Di Sungai Pelunggut juga sudah kita tangani dan alat berat sudah diturunkan. Kalau nanti masih ada titik banjir lainnya, tetap akan kita tangani,” tegasnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update