Rabu, 7 Januari 2026

Bisa Ditukar di 147 Loket, BI Kepri Siapkan Rp2,3 Triliun untuk Penukaran Uang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P membuka kick-off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 Kepri yang digelar di Kantor Perwakilan BI Kepri, Selasa (4/3). f.humas BI Kepri

batampos- Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, selama Ramadan dan Idulfitri 1446 H. Layanan penukaran uang ini dapat diakses melalui 147 loket perbankan yang tersebar di seluruh Kepri.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P, mengatakan, bahwa kebutuhan uang kartal tahun ini meningkat 9,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp2,1 triliun. Peningkatan ini didorong oleh mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta tren historis penarikan perbankan.

“Kami memastikan kecukupan stok uang Rupiah bagi masyarakat, baik dari segi jumlah maupun pecahan yang sesuai kebutuhan,” kata Rony dalam acara Kick-Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 Kepri yang digelar di Kantor Perwakilan BI Kepri, Selasa (4/3).

BACA JUGA: BI Kepri Kendalikan Inflasi dengan Urban Farming dan Pemberdayaan UMKM

Sebagai bagian dari program SERAMBI 2025 yang digagas BI secara nasional, BI Kepri menggelar berbagai layanan penukaran uang, termasuk Kas Keliling BI di tempat ibadah dan pusat keramaian, serta Layanan Penukaran Uang Bersama BI dan Perbankan di One Batam Mall pada 18-19 Maret 2025.

Masyarakat yang ingin menukar uang dapat mengakses layanan melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id). Aplikasi ini memungkinkan pemesanan jadwal penukaran, sehingga mengurangi antrean dan kepadatan di lokasi. Layanan penukaran berlangsung mulai 3 hingga 27 Maret 2025.

BI Kepri juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran di tempat resmi, seperti perbankan dan Kas Keliling BI, guna menghindari peredaran uang palsu serta biaya tambahan yang sering dikenakan oleh jasa penukaran tidak resmi.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah dengan mengenali keasliannya melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta merawatnya dengan 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi),” ucap Rony.

Ke depan, BI Kepri berkomitmen terus memastikan ketersediaan uang tunai bagi masyarakat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri. (*)

Reporter: Juanda

Update