
batampos — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri.
Sinergi ini diarahkan untuk mengintegrasikan literasi keuangan dengan program ketahanan keluarga guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Kepala OJK Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan penguatan kapasitas ekonomi keluarga menjadi elemen penting dalam membangun kesejahteraan yang berkelanjutan.
Menurut Sinar, kondisi ekonomi keluarga yang sehat akan berdampak langsung pada kemampuan masyarakat mengelola keuangan, termasuk memenuhi kewajiban finansialnya.
“Program pembinaan keluarga yang dijalankan BKKBN memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga,” ujarnya, Jumat (10/4).
Indikator tersebut, kata dia, tercermin dari membaiknya kualitas kredit perbankan di Kepulauan Riau. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bank umum tercatat sebesar 2,34 persen secara tahunan (year-on-year) pada Desember 2025, turun dari 2,84 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Perbaikan rasio kredit bermasalah ini menunjukkan kemampuan masyarakat dalam menjaga kewajiban finansialnya semakin baik. Pembinaan keluarga turut berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi yang berdampak pada stabilitas sektor jasa keuangan daerah,” ujar Sinar.
Sebagai bagian dari implementasi kolaborasi, OJK menyerahkan buku literasi keuangan seri Perencanaan Keuangan Keluarga kepada BKKBN Kepulauan Riau. Materi tersebut akan digunakan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai panduan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
OJK meyakini peningkatan literasi keuangan akan mendorong keluarga lebih bijak dalam mengelola pengeluaran, termasuk memprioritaskan pemenuhan gizi anak sebagai langkah pencegahan stunting.
Selain edukasi, kerja sama ini juga menyasar penguatan ekonomi melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
OJK dan BKKBN berkomitmen memperluas akses kelompok tersebut ke lembaga jasa keuangan formal, sekaligus memberikan pendampingan manajemen usaha dengan melibatkan pelaku industri keuangan.
Rohina menyatakan kesiapan BKKBN untuk menyelaraskan program dengan OJK.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya keluarga yang mandiri secara finansial dan sejahtera,” ujarnya.
Sinar menegaskan, pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari penguatan fondasi keluarga.
Ia optimistis sinergi kedua lembaga akan berkontribusi pada lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kemajuan ekonomi Kepulauan Riau berawal dari keluarga. Penguatan ketahanan keuangan keluarga menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus upaya melahirkan generasi bebas stunting,” kata dia (*)



