
batampos – Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Batam oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI di Kawasan Kabil Nongsa, Kota Batam telah selesai dibangun. Rencananya BLK Batam ini diresmikan Kementerian Ketenagakerjaan di awal Mei 2024.
“Besok (Jumat) kami rapat dengan tim Kemenaker membahas tentang rencana peresmian, ” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Kamis (2/5) siang.
Sementara ini kata Rudi, BLK Kota Batam ini akan di bawah Balai Besar Pelatihan Kerja (BBLK) Medan. “Kita minta setelah ada pembahasan dengan Kemenaker ini (diresmikan), ” tuturnya.
Pembangunan gedung BLK Batam ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi para pencari kerja ataupun para pekerja untuk meningkatkan atau belajar suatu bidang keahlian sesuai kebutuhan dunia industri.
Hadirnya BLK Batam ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas SDM yang kompeten dan kompetitif agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Untuk alat-alatnya yang datangkan dari kementerian semua. Kita juga masih berkoordinasi dengan kementerian mengenai alat-alat BLK ini termasuk kapan dibawa ke Batam,” tuturnya.
Rudi menyebutkan, nantinya akan ada lima jenis pelatihan di BLK Batam untuk tahap pertama ini. Kelima jenis pelatihan itu diantaranya pelatihan wekder (pengelasan), pelatihan pariwisata, dan pelatihan IT. “Dua pelatihan lainnya masih kita menyesuaikan dengan kebutuhan di Batam, ” sebut Rudi.
Diketahui, Gedung BLK tersebut dibangun di atas lahan seluas 4,2 hektare, yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 30 miliar. Dengan pembangunan dimulai pada Juli 2021 lalu, dan ditargetkan bisa selesai 2022 akhir. Namun ternyata proses pembangunan gedung tersebut tertunda selama dua tahun.
“Pengelolaan sepenuhnya dari kementerian, kita di sini hanya mencari orang-orang yang akan dilatih, ” ucap Rudi.
Anggota DPRD Batam Safari Ramadan berharap, BLK Kota Batam ini dapat betul-betul dimanfaatkan untuk pelatihan tenaga kerja, sehingga peluang kerja bisa semakin mudah didapati oleh tenaga kerja lokal di Batam.
Politikus Partai Amanat Nasional ini juga menekankan pentingnya BLK dalam menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Dengan hadirnya BLK ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Kita harapkan dengan hadirnya BLK ini akan dapat menekan angka pengangguran di Batam, ” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan BLK Kota Batam tersebut akan difokuskan untuk program pelatihan kerja yang dikhususkan kepada jenis-jenis kejuruan yang dibutuhkan industri di sekitar kawasan Batam.
“Ketersediaan pelatihan kerja merujuk pada pertumbuhan dan perkembangan industri di sekitar Batam serta disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerjanya,” ujar Ida Fauziyah dalam keterangan resminya.
Ida menjelaskan beberapa kejuruan yang akan direkomendasikan untuk kegiatan BLK yang akan dibangun di lahan seluas 4,2 hektar tersebut, di antaranya mulai dari las, teknik manufaktur, teknik listrik, logistik, teknologi informasi komunikasi, otomotif, serta pariwisata dan garment apparel.
“Harapannya dengan hadirnya BLK ini dapat memberi kontribusi terhadap penyediaan tenaga kerja terampil melalui pelaksanaan program pelatihan yang merujuk pada kebutuhan di daerah Batam, ” kata Ida. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



