
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam kembali mengingatkan masyarakat dan pemangku kebijakan di Kepulauan Riau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peringatan itu disampaikan setelah BMKG merilis prakiraan cuaca maritim untuk 11–14 Desember 2025 yang menunjukkan potensi gelombang kategori sedang di beberapa wilayah perairan Kepri.
Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan ketinggian gelombang berpotensi mencapai 1,4 meter di Perairan Natuna, Anambas, dan Subi–Serasan pada Kamis (11/12). Sementara pada 13 Desember, gelombang diperkirakan mencapai 1,3 meter di perairan Natuna dan Anambas. Kondisi ini masuk kategori sedang dan perlu menjadi perhatian kapal ukuran kecil.
“Waspada potensi gelombang hingga 1,4 meter di perairan Natuna, Anambas, dan Subi–Serasan pada 11 Desember, serta 1,3 meter di Natuna dan Anambas pada 13 Desember,” ujar Ramlan dalam keterangannya.
Baca Juga: Trotoar Mukakuning Kian Memprihatinkan, Warga: Sudah Bertahun-tahun Rusak
Ia menambahkan, informasi lebih detail mengenai potensi maritim dapat diakses melalui kanal resmi BMKG. Namun secara umum, cuaca akhir tahun di wilayah Kepri masih berada dalam kategori curah hujan tinggi, sehingga berbagai dampak seperti angin kencang, gelombang meningkat, serta banjir rob tetap harus diantisipasi.
“Kondisi cuaca akhir tahun hingga Tahun Baru curah hujan masih kategori tinggi. Masyarakat perlu memperhatikan peringatan yang kami keluarkan,” jelasnya.
Ramlan mengatakan pihaknya siap mendukung penuh pemerintah daerah untuk penyediaan informasi cuaca selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru. Koordinasi akan terus dilakukan dengan BPBD dan instansi terkait agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif.
“Kami siap mendukung dan memberikan info cuaca untuk Nataru. Koordinasi dengan daerah juga akan terus kami jalankan,” tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah peringatan dari BMKG seperti curah hujan tinggi dan banjir rob direspon cepat oleh pemerintah daerah. Gubernur serta para bupati dan wali kota disebut langsung menginstruksikan BPBD agar meningkatkan kesiapsiagaan di masing-masing wilayah.
“Setiap peringatan yang kami keluarkan ditindaklanjuti dengan cepat oleh pemerintah daerah. Instruksi kepada BPBD sudah dikeluarkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Ramlan.
Baca Juga: Bentor Bahayakan Pengendara, Kadishub Batam: Tidak Laik Beroperasi
Ramlan juga menjelaskan bahwa BMKG tidak menyampaikan paparan lengkap dalam rapat koordinasi yang dihadiri secara hybrid. Ia mengikuti rapat melalui Zoom, namun mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat mendengar jalannya diskusi.
Menjawab pertanyaan terkait berapa besar curah hujan yang dimaksud kategori tinggi, Ramlan menegaskan BMKG tidak menggunakan angka saat menyampaikan prediksi jangka menengah. Sistem yang digunakan lebih kepada kategori intensitas.
“Kalau prediksi tidak bisa dengan angka. Hanya kategori: ringan, sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem,” jelasnya.
Ramlan mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar terus memantau pembaruan informasi cuaca. Fluktuasi kondisi atmosfer di wilayah Kepri cukup dinamis sehingga perubahan cuaca dapat terjadi cepat.
Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi genangan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut akibat cuaca buruk. “Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama yang tinggal dan beraktivitas di pesisir,” katanya.
Dengan memasuki periode puncak musim hujan, BMKG menegaskan pentingnya memantau prakiraan harian sebagai dasar pengambilan keputusan bagi transportasi laut maupun kegiatan masyarakat lainnya. “Ikuti informasi resmi BMKG karena cuaca dapat berubah dengan cepat,” tutup Ramlan. (*)
Reporter: Yashinta



