
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Kota Batam akan tetap rendah hingga Maret 2026. Situasi ini berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya seperti Oktober, November, dan Januari yang masih kerap diguyur hujan.
Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam. Berdasarkan analisis BMKG, Februari hingga Maret masuk dalam kategori periode sulit hujan, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku di Batam yang sepenuhnya bergantung pada air hujan.
Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Noah Dirgantara Genting, menjelaskan meski peluang hujan masih ada, intensitasnya diperkirakan rendah dan bersifat lokal.
Baca Juga: Hiburan Malam di Batam Dibatasi Jam Operasional dan Tutup Total Saat Momen Tertentu Ramadan
“Potensi hujan itu masih ada, tapi sifatnya lokal dan tidak sebesar di bulan-bulan sebelumnya,” ujar Noah kepada Batam Pos, Selasa (10/2).
Menurutnya, salah satu faktor utama minimnya hujan di Batam adalah kecepatan angin yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan awan hujan tidak optimal karena awan cepat bergeser ke arah laut sebelum berkembang.
“Kecepatan angin yang cukup kuat menyebabkan pertumbuhan awan hujan berkurang. Awan-awan itu cepat bergeser ke arah lautan, sehingga peluang hujan menurun,” jelasnya.
Noah menegaskan kondisi ini belum dapat dikategorikan sebagai kemarau ekstrem. Namun secara meteorologis, pertumbuhan awan hujan memang cenderung lebih sedikit hingga Maret.
“Peluang hujan sampai bulan Maret masih ada, tapi kecil,” katanya.
Baca Juga: Bea Cukai Batam Musnahkan 103 Ton Barang Ilegal Senilai Rp27,5 Miliar
Dari sisi suhu udara, BMKG mencatat kondisi Batam masih dalam batas normal, berkisar antara 30 hingga 32 derajat Celsius. Meski terasa kering, suhu tidak terlalu panas karena angin bertiup cukup kencang.
BMKG juga mencatat minimnya hujan di Batam dipengaruhi angin monsun yang bergerak ke arah Australia. Fenomena ini terjadi setiap tahun, namun pada 2026 intensitas anginnya dinilai lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun memang ada perubahan cuaca, tapi tahun ini terasa lebih kuat. Tahun-tahun sebelumnya ada, namun tidak sekuat Februari tahun ini,” ujar Noah.
Berdasarkan data BMKG hampir 20 tahun terakhir, kondisi cuaca pada Februari 2026 tercatat sebagai salah satu yang paling kering dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Potensi hujan diperkirakan sangat minim, bahkan bisa tidak terjadi sama sekali hingga Maret.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena ketersediaan air bersih Batam sepenuhnya bergantung pada air hujan. Saat ini, sejumlah waduk di Batam dilaporkan mengalami penyusutan volume air rata-rata 2 hingga 3 sentimeter per hari.
Baca Juga: Protes Warga Terkabul, Musik Keras di Kafe Bintang Timur Dibatasi
“Jika hujan turun dan waduk terisi penuh, kebutuhan air bersih bisa terpenuhi. Namun dengan pertumbuhan awan hujan yang kecil, potensi pengisian waduk juga ikut berkurang,” kata Noah.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif guna menghadapi potensi krisis air bersih jika kondisi kering ini berlanjut hingga Maret. (*)



