Selasa, 13 Januari 2026

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Batam, BPBD Imbau Warga Pesisir Waspada

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Banjir rob kembali melanda pesisir Desa Air Lingka, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Senin (8/12) pagi. Foto. Ditsamapta Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Kota Batam pada periode 18 hingga 27 Desember ini. Peringatan ini dipicu oleh fenomena Fase Bulan Baru yang jatuh pada 20 Desember yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.

Berdasarkan pantauan data water level serta prediksi pasang surut air laut, sejumlah kawasan pesisir Batam berisiko terdampak banjir rob, di antaranya pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa, serta wilayah sekitarnya.

Fenomena banjir pesisir ini secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pantai, terutama yang berkaitan dengan kegiatan pelabuhan, bongkar muat barang, permukiman pesisir, serta aktivitas perikanan dan usaha masyarakat di sekitar garis pantai.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam menyatakan telah melakukan langkah antisipatif dengan menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat.

BACA JUGA: Banjir Rob di Air Lingka, Polisi Ingatkan Warga Tetap Siaga

Kepala BPBD Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan, bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan kondisi cuaca dan pasang surut air laut, sekaligus meneruskan informasi tersebut kepada para camat agar disampaikan langsung kepada warga di wilayah rawan.

“Kami melakukan pemantauan dan menginformasikan prakiraan cuaca, peringatan dini cuaca, serta pasang surut air laut kepada camat untuk diteruskan kepada masyarakat. Warga juga dapat memantau secara mandiri melalui aplikasi resmi BMKG,” katanya, Selasa (16/12).

Selain itu, BPBD Batam juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan banjir, khususnya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengimbau warga untuk melakukan gotong royong dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran drainase, agar tidak tersumbat dan memicu banjir,” ujarnya.

BPBD Batam saat ini tengah menyusun kajian risiko bencana serta terus melakukan sosialisasi peta bahaya banjir, terutama sebagai acuan dalam pembangunan dan penataan kawasan di Kota Batam.

Ia mengimbau agarmasyarakat pesisir Batam dapat meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi cuaca dan pasang surut, serta segera mengambil langkah pengamanan guna meminimalkan dampak banjir rob yang berpotensi terjadi. (*)

ReporterArjuna

Update