
batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim memberikan peringatan terkait perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman, mengatakan, adanya pertemuan arus udara atau konvergensi menjadi penyebab masih ada potensi hujan di wilayah Kepri.
“Meskipun begitu, perubahan cuaca bisa terjadi secara mendadak,” ujarnya, Senin (12/9/2022).
Sehingga kata dia, hal ini wajib diwaspadai masyarakat. Apalagi masyarakat yang beraktivitas di perairan.
Suratman mengatakan, cuaca di Kepri masih terbilang stabil. Kadang berawan, terkadang ada hujan. Kondisi seperti ini terus berlangsung hingga mendekati puncak hujan di Desember.
“Stabil, cerah, berawan dan ada potensi hujan ringan hingga sedang,” ungkapnya.
Ia mengatakan kelembapan udara bagian atas juga masih tinggi. Sehingga, menjadi salah satu alasan masih adanya potensi hujan.
“Saat sedang panas, tiba-tiba berubah hujan. Atau saat panas turun hujan, penyebabnya yah kelembapan tadi,” ujarnya.
Pergantian atau perubahan cuaca mendadak ini, harus diwaspadai masyarakat. Sebab, dampaknya cukup besar bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat atau nelayan dapat memantau perubahan cuaca melalui laman BMKG Hang Nadim Batam.
Kepada masyarakat juga diminta menjaga lingkungannya. Sebab, potensi hujan yang turun dalam beberapa bulan ke depan tidak hanya ringan, tapi juga hingga sedang.
Sehingga demi meminimalisir genangan air atau banjir, kebersihan drainase sangat perlu dijaga. “Pastikan drainase lancar dan bersih,” tuturnya.
Terkait dengan prakiraan cuaca esok hari, ia mengatakan berawan dan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan yang turun dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.
“Seperti Batam itu, hujan ringan di pagi hari dan ada potensi hujan intensitas sedang di siang harinya,” pungkas Suratman.(*)
Reporter: Fiska Juanda



