Minggu, 18 Januari 2026

BMKG: Waspadai Pasang Maksimum Dampak Perigee dan Bulan Purnama, Bakal Ada Banjir Rob

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Ilustrasi. Seorang pengendara melintasi ruas jalan yang tergenang air. BMKG Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan hujan masih akan turun hingga beberapa hari ke depan. Foto: Dalili Harahap/Batam Pos

batampos— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang diperkirakan akan melanda sebagian wilayah Kepulauan Riau mulai 4 hingga 13 Desember 2025.

Fenomena astronomi berupa Fase Perigee saat jarak bulan berada di titik terdekat dengan bumi dan Bulan Purnama pada 4 Desember, dinilai berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan.

Kepala Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, menjelaskan bahwa kombinasi dua fenomena tersebut kerap memicu pasang maksimum. Kondisi ini dapat memengaruhi kawasan pesisir dengan risiko terjadinya banjir rob, terutama pada daerah yang berada di elevasi rendah dan dekat garis pantai.

BACA JUGA: Distribusi Lumpuh Akibat Banjir-Longsor, Pasokan Cabai dari Sumatera Terputus, Harga di Batam Melonjak Drastis

“Warga di wilayah pesisir harap meningkatkan kewaspadaan. Pasang maksimum berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan, area tambak, hingga pemukiman yang berada dekat bibir pantai,” ujar Ramlan.

Di Kota Batam, banjir rob diprediksi berdampak pada pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, dan Sekupang. Untuk wilayah Nongsa, potensi rob diperkirakan terjadi lebih awal, yakni pada 4 hingga 9 Desember.

“Untuk Batam, beberapa wilayah pesisir berpotensi banjir rob,”katanya.

Sementara itu, Kabupaten Lingga termasuk salah satu daerah yang memiliki durasi ancaman lebih panjang. Pesisir Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang diprediksi mengalami rob mulai 5 hingga 13 Desember. Aktivitas nelayan dan masyarakat yang bergantung pada perairan menjadi sektor yang paling rentan.

Di Kabupaten Karimun, rob dapat melanda wilayah pesisir Kundur Barat, Karimun, dan Meral. BMKG memproyeksikan periode 4 hingga 10 Desember sebagai fase peningkatan pasang tertinggi. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Bintan, terutama Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur pada 5 hingga 8 Desember.

Kota Tanjungpinang, sebagai salah satu daerah yang kerap terdampak pasang naik, diprediksi mengalami rob pada 9 hingga 11 Desember. Kawasan pesisir Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari menjadi titik yang perlu mendapat perhatian khusus.

Di Kabupaten Natuna, banjir rob diprakirakan terjadi pada 5 hingga 10 Desember. Wilayah yang terdampak mencakup pesisir Pulau Bunguran, Serasan, Serasan Timur, Midai, Subi, dan Pulau Laut. Ketinggian gelombang dan pasang laut diperkirakan meningkat seiring pengaruh angin yang menguat.

Selain potensi rob, BMKG juga mencatat adanya interaksi sistem cuaca berupa eks-Siklon Tropis Senyar dan Siklon Tropis Koto. Interaksi tersebut membuat massa udara di Kepri tertarik menuju pusat tekanan rendah, sehingga pertumbuhan awan hujan berkurang di sejumlah wilayah.

“Cuaca di Kepri secara umum pada Senin (1/12) tetap didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan, terutama pada siang dan dini hari. Beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” tegasnya.

Aktivitas pelabuhan, perikanan darat, tambak garam, dan pemukiman pesisir menjadi sektor yang paling berisiko terdampak pasang maksimum. BMKG meminta masyarakat mengamankan barang-barang penting dan menghindari aktivitas yang tidak mendesak di area pesisir selama periode peringatan dini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini banjir rob melalui kanal resmi BMKG,” pungkas Ramlan. (*)

Reporter: Yashinta

Update