Senin, 26 Januari 2026

Bocah 13 Tahun Nyaris Tewas Tenggelam di Dermaga Tanjung Riau

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi anak tenggelam. f. istimewa

batampos – Seorang bocah berusia 13 tahun nyaris tenggelam saat berenang di kawasan Dermaga Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga dan aparat kepolisian, sehingga nyawanya tertolong.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan kawasan laut bebas yang digunakan sebagai tempat bongkar muat kapal dan tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang maupun wisata.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Korban merupakan anak di bawah umur, sekitar 13 tahun. Lokasi tersebut bukan tempat berenang karena itu lautan bebas dan area bongkar muat kapal, sehingga sangat berbahaya,” ujar Kompol Hippal, Senin (26/1).

Menurutnya, saat kejadian korban sempat tenggelam, namun warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Personel Polsek Sekupang yang menerima laporan juga segera turun ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

“Korban berhasil ditolong oleh warga, kemudian anggota Polsek Sekupang turut membantu memberikan pertolongan awal. Setelah itu korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, kondisi korban dinyatakan selamat setelah mendapatkan perawatan medis. Air yang sempat masuk ke tubuh korban berhasil dikeluarkan saat dilakukan pertolongan pertama oleh warga di lokasi.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memasang spanduk atau papan imbauan larangan berenang di kawasan dermaga tersebut.

“Ke depan, kami akan membuat spanduk atau imbauan larangan berenang di lokasi itu. Kami juga menghimbau kepada orang tua serta RT dan RW agar mengingatkan anak-anak supaya tidak berenang di area tersebut karena sangat berbahaya,” tegas Kompol Hippal.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan yang berisiko tinggi. (*)

Update