
batampos – Kota Batam kembali menarik perhatian dunia setelah berhasil mengamankan komitmen investasi senilai USD 10,35 miliar dari 20 perusahaan global pada forum internasional The Second Edition of Islands of Growth yang digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, Selasa (18/11).
Komitmen investasi jumbo ini diumumkan langsung oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, di hadapan pemimpin ekonomi kawasan seperti Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto; Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo; Chairman Singapore Economic Development Board (EDB), Png Cheong Boon; serta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Fary menyampaikan, bahwa 20 perusahaan tersebut berasal dari sektor energi, manufaktur lanjutan, industri maritim, dan logistik. Empat sektor itu adalah yang paling strategis yang selama ini menopang transformasi ekonomi Batam. Besaran komitmen itu mencerminkan kepercayaan jangka panjang investor terhadap arah pembangunan Batam.
“Investor kini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Batam. Mereka melihat arah pembangunan yang semakin jelas dan layanan yang lebih pasti,” katanya.
Baca Juga: Atasi Masalah Sampah di Batam, Amsakar-Li Claudia Perintahkan Operasi Besar-Besaran
Ia mengatakan, capaian ini tak lepas dari dinamika besar rantai pasok global yang tengah bergeser dari Tiongkok ke kawasan Asia Tenggara. Dalam perubahan ini, Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), tampil sebagai salah satu episentrum baru yang diminati investor global.
Dengan jarak hanya 20 kilometer dari Singapura, Bandar Madani punya keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi kawasan lain. Kedekatan itu membuat Batam ideal sebagai basis ekspansi perusahaan multinasional yang membutuhkan efisiensi logistik sekaligus akses cepat ke pasar internasional.
Selain faktor geografis, BP Batam juga melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan daya saing layanan investasi. Salah satunya melalui paradigma baru bertajuk “Batam: Your Best Friend to Invest”, yang menghadirkan investment dashboard, komunikasi satu pintu, timeline layanan yang lebih pasti, hingga Mobile Investment Clinics untuk menyelesaikan isu teknis di lapangan.
Dilanjutkan Fary, kepastian regulasi menjadi komponen vital yang memperkuat keyakinan investor. Hal demikian didukung oleh dua regulasi nasional terbaru, yaitu PP 25 Tahun 2025 yang memberikan BP Batam kewenangan menerbitkan izin dasar termasuk izin lingkungan, PKKPRL, dan PKKPH; serta PP 47 Tahun 2025 yang memperluas kawasan FTZ dan membuka ruang industri baru.
“Dengan kepastian regulasi dan kapasitas kawasan yang lebih luas, Batam berada pada posisi yang semakin kompetitif di Asia Tenggara,” ujar dia.
Baca Juga: Jejak Dua Kontainer ‘Dibelokkan’: Polisi Telusuri Alur, Motif, dan Keterlibatan Oknum
Dalam forum tersebut, BP Batam juga menonjolkan arah pembangunan industri berbasis energi bersih, termasuk proyek PLTS Terapung Tembesi, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menarik investor berorientasi keberlanjutan.
Katanya, seluruh inisiatif ini dirancang untuk memastikan Batam bukan hanya cepat tumbuh, tetapi juga konsisten menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah regional.
“Batam terbuka, dipercaya, dan bergerak cepat. Invest in Batam, where proximity meets possibility,” kata Fary. (*)
Reporter: Arjuna



