Selasa, 27 Januari 2026

BP Batam dan Imigrasi Bahas Strategi Golden Visa untuk Dorong Investasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kunjungan Fary Francis di Kanim Batam. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengunjungi Kantor Pelayanan Imigrasi Kota Batam di Mal Pelayanan Publik, Jumat (20/6). Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antar instansi dalam mendukung iklim investasi di Batam, khususnya terkait pengurusan visa bagi Tenaga Kerja Asing (TKA).

Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk membahas isu-isu keimigrasian yang kerap dihadapi investor dan pelaku usaha di Batam. Diskusi diawali dengan dialog langsung bersama para pengguna jasa keimigrasian, guna menyerap masukan dari lapangan serta mengevaluasi efektivitas layanan yang ada.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah skema Golden Visa, yang mulai diberlakukan oleh pemerintah sejak Juli 2024. Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, menyampaikan Golden Visa merupakan fasilitas izin tinggal jangka panjang selama 5 hingga 10 tahun, yang diperuntukkan bagi investor, profesional, dan tokoh global yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Batam memiliki potensi besar dalam pemanfaatan Golden Visa, mengingat kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan Penanaman Modal Asing (PMA). Namun, realisasi jumlah pemegang Golden Visa di Batam hingga saat ini masih sangat terbatas,” katanya.

Ia pun mengajak BP Batam untuk aktif berkolaborasi dalam menyosialisasikan manfaat dan mekanisme Golden Visa kepada kalangan investor dan pengusaha. Menurutnya, perlu ada kerja sama strategis agar program ini lebih dikenal dan digunakan secara luas oleh target yang sesuai.

Fary menyambut baik ajakan tersebut. Ia menilai, kerja sama antara BP Batam dan Imigrasi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah terhadap investasi, termasuk dalam hal kemudahan perizinan dan keimigrasian bagi tenaga kerja asing maupun investor asing.

Kata dia, kolaborasi lintas lembaga merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan tujuan investasi. Inovasi dalam memberikan kemudahan layanan kepada investor digalakkan agar Batam tidak tertinggal dari kawasan strategis lain di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan penguatan sinergi seperti ini, Golden Visa bisa menjadi nilai tambah yang signifikan dalam menarik investor berkualitas ke Batam,” ujar Fary.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi langkah awal dari koordinasi berkelanjutan antara BP Batam dan Kantor Imigrasi. Tidak hanya untuk memperlancar pengurusan visa, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang lebih kompetitif dan inklusif. (*)

Reporter: Arjuna

Update