Minggu, 25 Januari 2026

BP Batam dan PT TDK Tanam 200 Pohon Bambu

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT TDK Electronics Indonesia menggelar kegiatan penanaman 200 pohon bambu di area Spillway Bendungan Sei Harapan, Sabtu (2/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tree for Life, yang menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TDK Electronics Indonesia.

Anggota Bidang Kebijakan dan Dukungan Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami di jajaran BP Batam menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT TDK Electronics Indonesia atas kerja sama dan komitmen yang berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan,” ujarnya usai kegiatan penanaman.

Ariastuty menambahkan bahwa BP Batam dan PT TDK Electronics Indonesia telah beberapa kali menjalin kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan di Bendungan Duriangkang, penanaman mangrove di Tembesi, bantuan bibit buah, dan sebagainya,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan penghijauan yang dilakukan hari ini dapat membawa dampak positif bagi Kota Batam di masa mendatang.

Hal senada disampaikan oleh Head of Department HRD PT TDK Electronics Indonesia, Herly Diana. Ia mengucapkan terima kasih kepada BP Batam atas dukungan dan kesempatan kolaborasi dalam menjalankan program CSR perusahaan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BP Batam yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan, sehingga kami bisa berkontribusi secara utuh bagi Kota Batam,” kata Herly.

Sebagaimana diketahui, pohon bambu memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan Bendungan Sei Harapan.

Bambu mampu menyerap hingga 90 persen air hujan—jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman lainnya yang rata-rata hanya mampu menyerap sekitar 35–40 persen.

Sistem akar bambu yang kuat dan efisien juga membantu menjaga kelembapan tanah serta meningkatkan volume air tanah, yang bermanfaat bagi ekosistem sekitar dan mengurangi risiko kekeringan.

Selain itu, akar bambu yang rapat dan kuat efektif dalam mengikat tanah, mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah dengan kemiringan yang curam. Ini sangat penting untuk menjaga kestabilan tanah, mengurangi dampak aliran air hujan, dan mempertahankan kualitas lingkungan. (*)

Update