
batampos – Direktur Pelabuhan Badan Pengusahaan (BP) Batam Dendi Gustinandar mengatakan BP Batam telah melakukan penyesuaian tarif bongkar muat kontainer pada tahun 2023 lalu. Dimana tarif yang disesuaikan adalah tarif bongkar muat yang selama 11 tahun sebelumnya belum pernah disesuaikan.
“Artinya, pada kurun waktu tersebut kenaikan biaya logistik bukan pada biaya pelabuhan namun pada sektor non pelabuhan. Karena variabel kompleks seperti tenaga kerja, bahan bakar, peralatan dan biaya-biaya lain, baik langsung dan tidak langsung, dan ini adalah hubungan dari pengirim barang dan pemilik barang, dengan menggunakan kapal, truk, pelabuhan dan perantara lainnya,” jelas Dendi.
Dikatakannya, biaya logistik dibentuk dari beberapa biaya, dan salah satunya biaya di pelabuhan. Biaya di pelabuhan juga terbagi menjadi dua biaya besar. Seperti biaya kapal yang terdiri dari biaya pandu, tunda, labuh, tambat, dan lainnya. Kemudian biaya barang seperti biaya stevedoring, cargodoring, TKBM, dan lainnya.
Baca Juga: Pengusaha di Batam Keluhkan Tarif Kontainer Tinggi, Sebut Ada Indikasi Kembali Naik
“BP Batam mengatur biaya di pelabuhan seperti pandu, tunda, labuh, tambat, bongkarmuat dan beberapa biaya lain. Ada biaya lain yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kepelabuhanan, tentunya sangat terkait dengan variabel produksi dan logistik lain,” sebutnya.
Terkait isu Laut Merah yang menjadi isu strategis terkait bongkar muat, justru menurut Dendi yang perlu diingat saat masa pandemi Covid-19 terjadi, biaya logistil dunia naik beberapa kali lipat naik. Namun biaya logistik di Batam sektor pelabuhan tidak sampai ratusan persen kenaikannya.
“Ini dikarenakan untuk kontainer 70 persenan adalah feeder ke Singapura, sehingga variabelnya lebih bisa di kontrol,” ujarnya
Dibandingkan pengiriman selanjutnya dari Singapura ke negara tujuan, karena ketergantungan pada Laut Merah dan Terusan Suez misalnya. Yang pasti, lanjut Dendi BP, Batam terus melakukan perbaikan dan pengawasan pada sisi kewenangannya,
“Untuk perubahan lingkungan eksternal seperti variabel lingkungan internasional terus menjadi perhatian dan kajian kami,” kata Dendi.
Baca Juga: Pemko Batam Usulkan Evaluasi Sistem Parkir
Tak hanya itu, Dendi juga memastikan saat ini biaya bongkar muat kontainer di Batam menjadi salah satu termurah di dunia. Dimana biaya bongkar muat kontainer untuj 20 feet adalah Rp 603 ribu.
“Batam, salah satu yang paling murah untuk biaya kepelabuhanan di bongkar muatnya,” ujar Dendi.
Disinggung apakah sudah pernah menerima keluhan dari pengusaha baik melalui surat resmi atau langsung, dikatakan Dendi sudah pernah. Terutama saat proses tahun 2023, penyesuaian tarif tentunya sesuai mekanisme yang diatur, usulan dari BUP dan kesepakatan dari asosiasi terkait.
“Kalau pendapat keberatan pasti ada namanya penyesuaian tentunya ada pihak yang menyampaikan beberapa pendapat. Namun kan usulan penyesuaian tahun 2023, tentunya kami menyampaikan alasan-alasannya dan sesuai prosedur perundang-undangan. Saya rasa penyesuaian tahun 2023 sudah selesai ya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



