
batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa arah kerja otorita pada 2027 harus berpijak pada visi dan misi yang terukur, realistis, serta selaras dengan agenda pembangunan nasional. Penegasan itu disampaikan usai seluruh kedeputian mempresentasikan rencana kerja tahun 2027 dalam rapat internal yang berlangsung sehari penuh, Rabu (4/2).
“Prinsipnya masing-masing kedeputian mempresentasikan rencana kerja untuk tahun 2027 yang akan datang. Saya mengapresiasi karena betul-betul satu hari total semuanya menjelaskan secara detail apa target kinerja utama yang akan dilakukan oleh masing-masing deputi,” katanya.
Amsakar menekankan sedikitnya empat hal utama. Pertama, seluruh program dan kegiatan harus disesuaikan dengan visi, misi, serta target strategis yang hendak dicapai BP Batam. Kedua, setiap kegiatan wajib memiliki indikator kinerja utama yang jelas dan terukur.
“Harus ada indikator kinerja utama pada masing-masing kegiatan yang kita buat,” ujar dia.
Baca Juga: Dinkes Batam Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Warga Ber-KTP Batam
Ketiga, seluruh usulan program akan kembali dibahas di tingkat deputi untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran tahun 2027. Ia mengingatkan agar perencanaan tidak terlepas dari realitas fiskal.
“Pada akhirnya semua usulan ini akan digodok kembali di level deputi yang akan disesuaikan dengan besaran anggaran yang mungkin dapat kita capai di tahun 2027. Sebab kalau perencanaan kita besar, anggaran kita tidak ada, tidak ada guna,” katanya.
Keempat, dia memberi penekanan kuat pada target pertumbuhan ekonomi Batam. Ia menyebut, sesuai target RPJMN, pertumbuhan ekonomi daerah idealnya berada 1,5 hingga 2 persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk mencapai itu perlu investasi yang baik. Untuk mendapatkan investasi yang baik, tata kelola pelayanan perizinannya juga harus betul-betul serius,” ujar Amsakar.
Lalu, ia menyoroti proses pengambilalihan sejumlah kewenangan perizinan dari Kementerian/Lembaga yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Hal itu harus segera diselesaikan agar pelayanan menjadi lebih efektif.
“Kalau sekarang ini masih belum selesai takeover dari Kementerian/Lembaga, ada beberapa, ya harus dikejar. Kalau sekarang ini rentang waktunya masih cukup panjang, harus diperpendek. Kalau sekarang syarat prosedur kriterianya masih berbelit-belit, harus disederhanakan,” katanya.
Baca Juga: BI Kepri Pastikan Sistem Pembayaran Stabil Jelang Imlek
Dia bilang, arah kebijakan BP Batam harus selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembenahan tata kota dan peningkatan kualitas layanan publik. Beberapa isu yang disorot antara lain penataan kota agar lebih indah, peningkatan investasi, penyelesaian persoalan persampahan, hingga penertiban reklame dan iklan berukuran besar.
“Intinya BP Batam harus selaras dengan astacita Pak Presiden. Lalu seluruh program astacita yang ada di daerah, yang sejalan dengan tupoksinya BP Batam juga harus kita prioritaskan,” ujarnya.
Isu penyediaan air bersih pun masuk dalam daftar prioritas. Ia menargetkan persoalan air mulai menunjukkan perbaikan signifikan pada 2026.
“Soal air juga masuk prioritas, termasuk juga instalasi dan sebagainya. Saya mau 2026 isu air ini sudah mulai baik, dan itu akan baik kalau pelayanan terhadap masyarakatnya juga baik,” ujarnya. (*)



