
batampos – Usai lawatan teknis BP Batam ke Ibu Kota Nusantara (IKN) awal pekan lalu, terselip kabar yang jauh lebih strategis bagi masa depan Batam. Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengungkapkan, lembaga tersebut tengah menyiapkan sebuah rencana besar: pembangunan kota baru di Teluk Tering, Batam Center, kawasan strategis di jantung Batam.
Rancangan kota baru itu, kata Mouris, bahkan mengusung konsep yang lebih maju dari IKN. Namun, detailnya masih disimpan rapat hingga pemimpin BP Batam memberi lampu hijau untuk dipublikasikan.
“Kami sudah merancang kota baru di Teluk Tering. Konsepnya bahkan lebih canggih dari IKN. Tapi masih menjalani proses internal. Kami publikasi setelah pimpinan setuju,” kata Mouris, beberapa waktu lalu.
Kota baru ini diproyeksikan menjadi model tata kota modern bagi Batam, dengan utilitas terintegrasi, pergerakan yang lebih efisien, serta ruang publik dan hunian yang lebih padat namun tertata. Tetapi, semua itu akan sangat bergantung pada keputusan pimpinan BP Batam serta keseriusan investor untuk masuk ke proyek skala besar tersebut.
Baca Juga: Pemko Batam Gelar Pasar Murah di 47 Titik, Berlangsung hingga 17 Desember
Selain persiapan kota baru, tahun 2026 disebut sebagai momen penting bagi dimulainya dua proyek infrastruktur yang akan mengubah wajah Batam: Bus Rapid Transit (BRT) dan Manhole Utility Tunnel (MUT).
Proyek BRT Batam telah menyelesaikan kajian kelayakan sejak 2021 dan masuk dalam RPJMN 2025-2029. Saat ini, BP Batam tengah menjajaki investor, termasuk dari Jepang, untuk mendukung pendanaan melalui skema kerja sama tanpa menambah utang baru.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, konstruksi awal BRT ditargetkan mulai pada 2026.
Pada saat yang sama, BP Batam mendorong pembangunan MUT, terowongan utilitas terpadu yang akan menampung jaringan air, listrik, dan telekomunikasi dalam satu koridor bawah tanah. Sistem ini menjadi fondasi baru bagi pengelolaan infrastruktur perkotaan Batam, lebih aman, efisien, dan mudah dikembangkan seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri.
Baca Juga: Data Pelunasan Menguat, Kemenhaj Batam Validasi 244 Jamaah Cadangan
Mouris tidak menampik bahwa manfaat nyata dua proyek besar itu kemungkinan belum langsung terlihat dalam masa jabatan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
“Hasilnya mungkin baru dirasakan setelah masa jabatan Pak Amsakar dan Bu Li selesai. Tapi dampaknya besar untuk 20-30 tahun ke depan,” katanya.
Menurutnya, keputusan mengeksekusi pembangunan pada 2026 merupakan investasi strategis yang akan menentukan arah transformasi Batam: dari kota industri yang berkembang cepat, menuju kota modern berstandar global. (*)



