Senin, 12 Januari 2026

BP Batam Targetkan 2026 Tak Ada Lagi Wilayah Krisis Air Bersih

Rp26 Miliar untuk Atasi Stress Area Air Bersih

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Kebutuhan air bersih di sejumlah kawasan remote area Kota Batam kian mendesak seiring bertambahnya perumahan yang belum terlayani distribusi air.

Beberapa wilayah seperti Tanjungsengkuang dan Batumerah di Batuampar; Patam Lestari di Sekupang; serta Tanjung Piayu Laut di Seibeduk; menjadi contoh daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan pasokan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

, menyebut kawasan tersebut termasuk dalam kategori stress area, yakni daerah yang belum dialiri air bersih selama 24 jam penuh.

“Dari total 24 wilayah stress area, sekarang sudah turun menjadi 18 wilayah. Penurunan ini berkat pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air) Duriangkang dan IPA Tembesi,” katanya, Minggu (17/8).

BP Batam menargetkan penyelesaian masalah air bersih di kawasan tersebut melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya dengan pembangunan valve di Kampung Ponjen serta IPA Sei Ladi, yang diperkirakan selesai pada Juni 2026.

“IPA Sei Ladi ini akan menjadi salah satu solusi permanen untuk menambah kapasitas pasokan,” kata Tuty.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, BP Batam menyiapkan langkah darurat untuk membantu warga. Tandon air sementara dipasang di titik-titik pemukiman, sementara pasokan tambahan juga dikirim menggunakan truk tangki ke daerah yang sulit teraliri pipa.

Mebijakan tersebut diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. “Walaupun belum 24 jam, setidaknya akses warga terhadap air bersih bisa terbantu dengan distribusi tandon dan truk tangki,” tambah dia.

Dari sisi anggaran, BP Batam menyiapkan Rp26 miliar khusus untuk pembangunan IPA Sei Ladi. Proyek ini diperkirakan mampu memperkuat sistem distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan pada suplai darurat.

“Kami berkomitmen agar semua masyarakat Batam mendapatkan akses air bersih yang layak dan merata,” ujar Tuty. (*)

Reporter: Arjuna

Update