Jumat, 23 Januari 2026

BP Batam Tata Ulang Rusun Muka Kuning dan Batu Ampar, Siapkan Mini Soccer dan Fasilitas Modern

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rusun milik BP Batam di Mukakuning.

batampos – Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan sejumlah rencana pengembangan fasilitas rusun di Muka Kuning dan Batu Ampar setelah melakukan peninjauan lapangan pada Selasa lalu.

Menurutnya, BP Batam tengah memprioritaskan peningkatan kawasan komersial serta pemeliharaan bangunan untuk meningkatkan kenyamanan penghuni. Tuty mengatakan, kunjungan terbaru dilakukan ke rusun Muka Kuning untuk melihat langsung kondisi fasilitas penunjang.

“Kami fokus mengembangkan pusat komersial sebagai fasilitas pendukung di lingkungan rusun,” katanya, Rabu (19/11).

Ia menyebut, kebutuhan pemeliharaan masih cukup besar, terutama di Batu Ampar. “Rusun di Batu Ampar butuh pengecatan ulang. Kalau di Muka Kuning beberapa blok sudah dicat, namun masih ada beberapa yang belum,” tambahnya.

Selain itu, area komersial di Batu Ampar juga dinilai perlu ditata ulang. BP Batam berencana melengkapinya dengan sejumlah fasilitas dasar.

“Pengembangan daerah komersial seperti tempat-tempat jualan harus ada perbaikan, termasuk melengkapi toilet di dalam. Untuk fasilitas mini soccer, sudah tersedia di sana,” ujar dia.

Berbeda dengan Batu Ampar, kawasan komersial di Muka Kuning memerlukan pendekatan yang lebih modern agar sesuai dengan karakter penghuninya.

“Daerah sana itu banyak anak muda, jadi komersialnya juga harus bergaya ‘anak zaman now’,” kata Tuty.

BP Batam juga tengah mempersiapkan pembangunan tower rusun baru untuk mengatasi keterbatasan daya tampung.

“Kami mau mengembangkan pembangunan tower rusun yang baru karena sudah penuh di sana. Kita upayakan bersama Kementerian PU maupun Kementerian Perumahan Rakyat,” katanya.

Namun, rencana tersebut masih harus menunggu dukungan anggaran pemerintah pusat. Tahun ini, BP Batam sebenarnya sudah mengajukan pembangunan tower di Tanjung Uncang, namun belum dapat direalisasikan.

“Kementerian PU anggarannya terbatas tahun ini. Kita lihat lagi tahun depan,” katanya.

Dia juga menyinggung soal anggaran pemeliharaan rusun yang dikelola BP Batam. Menurutnya, nilai yang tersedia tidak terlalu besar sehingga pihaknya tengah menjajaki peluang kerja sama.

“Biaya pemeliharaan di BP untuk rusun tidak begitu besar. Kami berupaya mencari mitra yang mau bekerja sama tahun depan,” kata Tuty. (*)

Reporter: Arjuna

Update