
batampos – BP Batam bersama PT ABH memberikan perhatian terhadap penanganan kawasan yang mengalami gangguan tekanan air atau stress area. Sejumlah langkah teknis disiapkan guna meningkatkan stabilitas layanan air bersih kepada masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3). Dalam pertemuan itu, BP Batam dan PT ABH merumuskan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan distribusi air, termasuk peningkatan kapasitas suplai.
Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan peningkatan kapasitas suplai air akan mencapai hingga 850 liter per detik.
“Peningkatan ini akan berdampak pada total kapasitas suplai yang tersedia, dari sebelumnya 4.429 liter per detik menjadi sekitar 4.710 liter per detik,” kata Iyus, Rabu (11/3).
Dengan penambahan kapasitas tersebut, pengelola dapat melakukan pengalihan suplai air ke wilayah yang selama ini mengalami tekanan rendah.
Ia menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya bertahap untuk memperbaiki layanan distribusi air bersih di Batam.
“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujarnya.
Selain peningkatan suplai, BP Batam juga menyiapkan program perkuatan jaringan distribusi pada jalur pipa DK12. Jalur ini selama ini menyuplai sejumlah kawasan yang kerap mengalami tekanan air rendah, seperti Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah.
Menurut Iyus, penguatan jaringan pada jalur tersebut diharapkan dapat membuat aliran dari pipa induk lebih stabil sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.
“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” kata dia.
Dalam rapat tersebut, BP Batam dan PT ABH juga membahas penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan berlangsung secara real time.
Melalui teknologi tersebut, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta melakukan langkah penanganan secara lebih efektif.
BP Batam juga menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga Bukit Senyum. Selama proses pekerjaan berlangsung, sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menjaga suplai air kepada masyarakat tetap terjaga.
“Saat ini kami menunggu proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G sampai Bukit Senyum selesai. Berbagai langkah antisipatif juga telah disiapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala suplai ke masyarakat,” ujar Iyus.(*)



