
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima desain pembangunan universitas kedokteran bertaraf internasional dari investor Uni Emirat Arab, Thumbay Group.
”Kami telah menerima perencanaan desain pembangunan universitas kedokteran tersebut dari Thumbay Group pada Februari lalu,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB) dan KEK BP Batam, Irfan Syakir.
Irfan menjelaskan, universitas kedokteran internasional ini tidak didesain oleh BP Batam karena memiliki standar khusus yang harus memenuhi kriteria medis internasional.
Sehingga, desain langsung disiapkan oleh investornya, Thumbay Group. Kini, BP Batam sedang menyesuaikan desain site plan karena terdapat perbedaan dengan bentuk lahan yang tersedia.
Rencana pembangunan universitas kedokteran yang disampaikan Thumbay Group mencapai 3 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 7 triliun. Kedutaan Besar RI dan BKPM Abu Dhabi mendukung penuh rencana investasi Thumbay Group.
Meski demikian, masih ada beberapa perizinan yang dibutuhkan sebagai syarat mendirikan universitas asing pertama di Indonesia. Beberapa di antaranya, izin serta rekomendasi undangan kepada universitas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kementerian Kesehatan, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, yang difasilitasi oleh Dewan Pengawas Koordinator Kementerian Perekonomian.
BP Batam bersama Dewan Pengawas Koordinator Kementerian Perekonomian akan membahas lebih lanjut rencana investasi tersebut pada 18 April 2022.
Thumbay sendiri adalah jaringan konglomerasi yang memiliki jaringan ekosistem bisnis mulai dari medis, media, teknologi informasi, properti,
restoran, dan berbagai sektor usaha lainnya.
Indonesia dipilih Thumbay Group sebagai negara pertama di ASEAN sebagai lokasi ekspansi untuk membangun universitas kesehatan bertaraf internasional.
Batam dipilih sebagai kota pertama di Indonesia untuk kesempatan tersebut. Pembangunan universitas kedokteran bertaraf internasional ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang transfer teknologi dan informasi.
Serta diharapkan mampu menambah daya saing internasional, dan mendukung fasilitas KEK Kesehatan lainnya, yaitu Rumah Sakit BP (RSBP)
Batam, Taman Rusa dan Taman Kolam Sekupang, serta Guest House Sekupang.
Sementara itu, 13 Januari 2022 lalu, Vice President Damac Group, Memethan Sisik, juga telah berkunjung ke BP Batam untuk melihat langsung
potensi investasi di bidang Teknologi Data Centre.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, Damac akan memanfaatkan lahan seluas 2,5-3 hektare untuk membangun pusat data dengan kapasitas 30 MW senilai USD 300 juta.
”Pembangunan data center akan memakan waktu kurang lebih 15 bulan. Apabila permintaan pasar nanti meningkat, maka kapasitas data center akan ditingkatkan menjadi 80 MW dengan nilai investasi sebesar Rp 1 miliar,” ujar Ariastuty.
Ia melanjutkan, Batam memang menjadi salah satu referensi lokasi ekspansi usaha Damac Group, selain Jakarta.
”BP Batam terus mengawal rencana investasi agar beberapa calon investor ini segera merealisasikan usahanya di Batam. Sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 4,75 persen dapat meningkat pada tahun 2022 ini,” imbuhnya.
Hal tersebut sesuai dengan komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang Batam dan kawasan ekonomi lainnya di Batam.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



