Rabu, 11 Februari 2026

BPBD Batam Sebut Kemarau Picu Lonjakan Risiko Kebakaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kebakaran di Mega Legenda. F.Cecep Mulyana

batampos – Cuaca panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan mulai memicu kekhawatiran meningkatnya risiko kebakaran di Batam. Tidak hanya di kawasan permukiman, ancaman juga membayangi lahan terbuka, hutan, hingga semak belukar yang mengering akibat musim kemarau.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam mencatat sedikitnya 47 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga awal Februari 2026.

Sebagian besar peristiwa terjadi di lahan, hutan, dan area semak belukar, yang saat ini berada dalam kondisi kering dan mudah terbakar.


Baca Juga: Diduga Korsleting, Kios Pedagang di Sei Panas Dilalap Api

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan kondisi kemarau yang sedang berlangsung membuat potensi kebakaran meningkat signifikan.

Risiko tidak hanya mengancam bangunan, tetapi juga kawasan vegetasi yang rentan terbakar saat suhu tinggi dan angin kencang.

“Saat ini di Batam terjadi kemarau, potensi kebakaran menjadi cukup tinggi, baik kebakaran bangunan, hutan, maupun lahan,” kata Agus, Senin (9/2).

Menurutnya, faktor kelalaian manusia masih menjadi pemicu dominan kebakaran. Praktik membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, hingga membuka lahan dengan cara dibakar menjadi sumber api yang kerap berujung kebakaran meluas.

“Dalam kondisi cuaca kering, api dengan cepat merambat, terutama ketika disertai angin kencang. Situasi ini memperbesar potensi kerugian, baik secara lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” terangnya.

BPBD Batam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari yang berpotensi memicu api.

“Warga diminta tidak membakar sampah, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya.

Baca Juga: Minim Petunjuk, Polisi Telusuri Rumah Sakit untuk Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Tanjunguma

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan keamanan lingkungan rumah. Langkah sederhana seperti menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas, rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, serta mematikan dan mencabut peralatan elektronik saat tidak digunakan dinilai dapat menekan risiko kebakaran.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD juga mendorong masyarakat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dan tempat usaha.

Pemasangan smoke detector dianjurkan sebagai sistem peringatan dini, sementara penyusunan jalur evakuasi dan titik kumpul menjadi bagian dari kesiapsiagaan jika kebakaran terjadi.

Di sisi lain, BPBD Batam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan diminta siaga serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Pemadam Kebakaran BP Batam, relawan pemadam kebakaran, hingga unsur masyarakat.

BPBD juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun.

“Laporan dapat disampaikan melalui Nomor Tunggal Panggilan Darurat Batam Siaga 112 atau Contact Center Polri 110,” tutupnya. (*)

ReporterAzis Maulana

Update