
batampos – BPJS Ketenagakerjaan terus mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital. Mulai 1 April 2026, layanan Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik) diperbarui dengan fitur antrean online yang memungkinkan peserta mengajukan klaim tanpa harus menunggu lama di kantor cabang.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, mengatakan inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan kepastian waktu layanan bagi peserta.
“Bagi peserta yang memilih layanan langsung, sistem akan menampilkan jadwal kehadiran atau estimasi waktu dilayani. Dengan begitu, peserta tidak perlu datang sejak subuh atau mengantre lama,” ujarnya, Senin (6/4).
Melalui laman resmi Lapak Asik, peserta kini dapat memilih metode layanan sesuai kebutuhan, baik secara daring melalui panggilan video maupun datang langsung ke kantor cabang.
Sistem antrean berbasis jadwal ini memungkinkan peserta merencanakan kedatangan secara lebih pasti. Selain itu, inovasi ini juga ditargetkan mampu mengurangi kepadatan di kantor cabang dan memperluas akses layanan secara merata.
Tak hanya untuk klaim, Lapak Asik juga menyediakan layanan informasi, konsultasi program, hingga pengaduan terkait jaminan sosial ketenagakerjaan. Seluruh proses dapat dilakukan secara daring melalui telepon pintar kapan saja dan dari mana saja.

Dengan konsep “daftar online, datang sesuai jadwal, selesai tepat waktu”, layanan ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih cepat, praktis, dan efisien.
Dalam praktiknya, peserta cukup mengakses laman Lapak Asik, mengisi data diri seperti Nomor KPJ dan NIK, melengkapi informasi tambahan, serta mengunggah dokumen persyaratan.
“Setelah pendaftaran selesai, peserta akan menerima barcode antrean dan notifikasi jadwal layanan melalui email atau nomor telepon,” jelas Suci.
Lapak Asik merupakan platform digital yang memungkinkan pengajuan klaim manfaat tanpa tatap muka, termasuk pencairan program seperti Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM).
Suci menegaskan, penguatan kanal digital akan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan peserta yang semakin dinamis.
“Kami berharap semakin banyak peserta memanfaatkan layanan mandiri berbasis digital, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” katanya.
Pembaruan ini sekaligus menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan layanan publik yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (*)



