Kamis, 29 Januari 2026

BPJS Ketenagakerjaan Rencanakan Penambahan Rusun di Batam, Antisipasi Kebutuhan Pekerja yang Meningkat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ahmad Edi Komarudin, Deputi Direktur Aset dan Sarana Prasarana BPJS Ketenagakerjaan bersama Subchan Gatot anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Dr. H. Muhammad Adityawarman, MBA, anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, dan jajaran melakukan kunjungan ke Rumah Susun Griya pekerja Lancang Kuning di Batu Ampar.

batampos – BPJS Ketenagakerjaan tengah merancang penambahan rumah susun (rusun) di Kota Batam seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja dan mahalnya harga properti di wilayah Batam. Rencana ini menjadi bagian dari upaya menciptakan hunian laik bagi pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan industri di Batam.

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Subchan Gatot, menyampaikan pihaknya mengikuti dinamika perkembangan Batam yang kian pesat sebagai kawasan industri dan perdagangan.

“Batam harus bisa mengimbangi Singapura. Ketika pemerintah memproyeksikan pertumbuhan industri di Batam, maka BPJS Ketenagakerjaan turut merespons kebutuhan tersebut, salah satunya dengan penyediaan hunian bagi pekerja,” ujarnya, Jumat (23/5).

“Saat ini tingkat hunian rusun kami di Batam sudah mencapai 80 persen, dan jika melewati angka 90 persen. Maka kami harus segera memfasilitasi tambahan hunian bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Gatot, menambahkan.

Menurutnya, rusun yang saat ini dikelola BPJS Ketenagakerjaan berada di kawasan Batuampar dengan nama Griya Pekerja. Rusun ini menjadi prototipe hunian laik bagi para pekerja, terutama yang baru memulai karier dan belum memiliki kemampuan finansial untuk membeli rumah.

Anggota Dewan Pengawas lainnya, Muhammad Adityawarman, menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya fokus pada hunian, tetapi juga menyiapkan program antisipati terhadap risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), seperti program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

“Kami memahami sulitnya mendapatkan hunian laik di kota besar seperti Batam. Karena itu, program Griya Pekerja hadir memberikan kenyamanan dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang sehat bagi pekerja,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan ekosistem pekerja menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas, BPJS Ketenagakerjaan turut menjaga daya beli pekerja serta mendukung keberlangsungan hidup mereka, terutama saat menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat PHK.

“Para pekerja outsourcing dan tenaga ahli bisa memilih tinggal di Griya Pekerja. Fasilitasnya bersaing, lingkungannya bersih, dan memberikan rasa aman,” tambah Adityawarman.

Penambahan rusun di Batam diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan hunian berbasis komunitas pekerja yang sehat dan produktif. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update