Rabu, 21 Januari 2026

BPS: Kinerja Logistik Batam Berubah: Pasokan Masuk Tinggi, Distribusi Keluar Melambat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Aktivitas logistik di Kota Batam sepanjang September 2025 bergerak tak beriringan. Di saat volume bongkar kargo meningkat signifikan melalui jalur udara maupun laut, aktivitas muat justru merosot tajam, terutama pada angkutan laut internasional. Kondisi kontras ini menjadi sorotan karena mencerminkan dinamika distribusi barang yang belum stabil, baik di pasar domestik maupun global, menjelang akhir tahun.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa jumlah bongkar kargo angkutan udara domestik pada September 2025 tercatat sebanyak 2.350,09 ton, atau naik 0,48 persen dibanding Agustus 2025. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi kenaikan 2,42 persen, dari 2.294,46 ton menjadi 2.350,09 ton.

“Sebaliknya, aktivitas muat kargo udara domestik justru turun 0,36 persen, dari 848,30 ton pada Agustus menjadi 845,25 ton di September 2025. Meski demikian, jika dibandingkan dengan September 2024, masih terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 14,28 persen,” ujar Eko.

Untuk kargo internasional melalui udara, jumlah muat pada September 2025 mencapai 2,50 ton, melonjak 107,31 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan kargo bongkar internasional tercatat 6,96 ton, naik 2,69 persen dibanding Agustus 2025.

Sementara itu, aktivitas bongkar barang angkutan laut domestik pada September 2025 mencapai 1.153.651 ton, meningkat 9,96 persen dari Agustus 2025 yang tercatat 1.049.201 ton. Jika dibandingkan September 2024, terjadi lonjakan besar sebesar 56,01 persen.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada aktivitas muat. Jumlah muat barang domestik pada September 2025 hanya 213.273 ton, turun 18,74 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara tahunan, penurunan bahkan mencapai 20,65 persen, dari 268.774 ton menjadi 213.273 ton.

Untuk sektor internasional, bongkar barang laut pada September 2025 tercatat 313.084 ton, naik 8,02 persen dibanding Agustus 2025. Meski demikian, secara tahunan angka tersebut menurun 2,39 persen dibanding September 2024 yang mencapai 320.741 ton.

Adapun muat barang laut internasional anjlok drastis 52,77 persen, dari 367.851 ton pada Agustus 2025 menjadi 173.741 ton pada September 2025. Dibanding tahun sebelumnya, penurunan jauh lebih tajam sebesar 66,64 persen, dari 520.841 ton menjadi 173.741 ton.

Menurut Eko Aprianto, tren peningkatan bongkar dan penurunan muat mencerminkan adanya pergeseran kebutuhan distribusi barang yang perlu dicermati pelaku usaha logistik dan industri manufaktur.

“Peningkatan aktivitas bongkar menunjukkan tingginya pasokan barang masuk, sementara penurunan muat bisa menjadi indikasi perlambatan pergerakan barang keluar,” ujarnya.

Ia menilai bahwa dinamika ini perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan agar mendorong stabilitas distribusi logistik Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update