
batampos – Persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah mulai dimatangkan. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi rencana operasi angkutan Lebaran 2026.
Pertemuan ini dihadiri berbagai instansi terkait, mulai dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga operator transportasi.
Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, mengatakan tujuan rapat menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran di wilayah Kepri.
“Kami bersama stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan operasi angkutan Lebaran 2026. Skema yang digunakan kurang lebih sama seperti tahun lalu, namun tahun ini lebih menekankan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Batam Susun Arah Pembangunan 2027 Lewat Musrenbang RKPD
Menurut Dini, pihaknya menargetkan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Selain itu, BPTD juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan penumpang. Pemeriksaan ini telah berlangsung sejak dua minggu lalu dan dijadwalkan hingga 10 Maret mendatang.
“Dari total 204 kendaraan yang direncanakan diperiksa, saat ini sudah 74 kendaraan yang menjalani ramp check. Pemeriksaan dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.
Ia menegaskan kendaraan yang belum memenuhi standar akan diminta melakukan perbaikan sebelum kembali diperiksa. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang.
“Jika ada kendaraan yang tidak lolos, biasanya hanya perbaikan kecil. Setelah diperbaiki akan kami ramp check kembali sampai dinyatakan layak jalan,” tambahnya.
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan fasilitas pengamanan di berbagai titik strategis.
“Kami sudah siap melaksanakan pengamanan Lebaran, baik di jalan arteri, pelabuhan, tempat ibadah, kawasan wisata hingga pusat perbelanjaan saat libur Lebaran,” katanya.
Baca Juga: Puncak Mudik di Batam Diprediksi 16 dan 19 Maret, Rute Belawan Paling Padat
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Kepri akan mendirikan 18 pos pelayanan dan 24 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, menegaskan komitmen seluruh instansi untuk memastikan arus mudik berjalan lancar.
“Kami sepakat angkutan Lebaran 2026 harus berjalan lancar dengan semangat mudik aman, keluarga bahagia. Semua pihak sudah menyampaikan kesiapan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah instansi juga telah menyiapkan dukungan layanan. PT ASDP menyiapkan armada kapal penyeberangan, Jasa Raharja menyediakan layanan asuransi penumpang, sementara Bea Cukai menyiapkan fasilitas Free Trade Zone (FTZ) bagi masyarakat yang hendak menyeberang ke Sumatera.
“Masyarakat yang ingin membawa kendaraan menuju Sumatera harus mendaftar melalui Bea Cukai. Pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 10 Maret sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Sebagai gambaran, pada periode angkutan Lebaran 2025 lalu, total penumpang kapal penyeberangan di Kepri tercatat mencapai 88.760 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 34.868 unit.
Pergerakan terbesar terjadi pada lintasan Pelabuhan Telaga Punggur Batam menuju Pelabuhan Tanjunguban, Bintan, dengan total 43.049 penumpang dan 16.494 kendaraan. (*)



