
batampos.co.id– Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam memberi perhatian yang lebih dengan sampel pemeriksaan Covid-19 dari rombongan Pekerja Migran Indonesia yang menjalani karantina di Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam. Sampel PMI yang dinyatakan positif kembali dikumpul untuk diperiksa sekali lagi bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) demi memastikan jenis covid yang dibawa oleh PMI tadi.
BACA JUGA: Vairan Omicron Cepat Menular, Tapi Tak Mematikan
“Apalagi inikan muncul varian Omicron jadi memang harus dipastikan supaya ada upaya antisipasi. Sampel PMI yang dicurigai kita kirim ke Litbangkes untuk diperiksa lagi apakah masuk varian atau non varian,” ujar kepala BTKLPP Batam Budi Santosa, Selasa (7/12).
Sampel PMI yang masuk ke BTKLPP fluktuatif diangka 300 hingga 500 sampel. Sebagian kecil dari sampel-sampel tersebut dinyatakan positif Covid-19, dan sampel positif inilah yang diteliti lagi untuk memastikan apakah masuk kategori varian atau hanya sekedar Covid-19 biasa (non varian). “Sebenarnya sudah sejak awal kita perketat pemeriksaan sampel PMI ini. Termasuk dengan meluasnya varian Alpha dan Delta di beberapa negara beberapa waktu lalu. Sekarang muncul lagi Omicron makanya kita perketat lagi (pemeriksaan sampel PMI),” ujarnya.
Ini sebut Budi murni sebagai upaya antisipasi dari Pemerintah agar varian terbaru tidak mewabah di tanah air. “Sudah mulai melandai Covid-19 ini dan ini harus tetap ditekan sampai benar-benar hilang. Pemerintah dan masyarakat juga harus sama-sama berjuang untuk mengakhiri wabah ini,” ujarnya. (*)
REPORTER : EUSEBIUS SARA



