batampos – Suasana haru dan kebersamaan terasa di Wisata Lembah Pelangi, Sekupang, Minggu, 23 Maret 2025, saat puluhan anak yatim berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Acara ini bukan hanya sekadar santunan, tetapi juga wujud nyata kepedulian masyarakat dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.
Sebanyak 27 anak yatim dari berbagai wilayah hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari sejumlah kelurahan di Sekupang. Dengan wajah ceria, mereka menikmati hidangan berbuka serta kebersamaan yang jarang mereka rasakan.
Kegiatan ini bukan hasil dari satu pihak saja, melainkan buah dari kebersamaan masyarakat. Salah satu penggagas acara menegaskan bahwa acara ini bisa terlaksana berkat gotong royong banyak pihak.
“Saya hanya promotor. Acara ini sukses karena dukungan dari masyarakat, Lurah Sungai Harapan, Lurah Tanjung Pinggir, Camat Sekupang, serta anggota DPRD Batam, Zainal Abidin,” ujar pemilik kawasan wisata Lembah Pelangi, Odi Lubis.
Ia menambahkan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. “Kita bisa iuran, ada yang menyumbang Rp10 ribu, Rp20 ribu. Alhamdulillah, tahun ini anak-anak bisa menerima santunan Rp150 ribu,” tambahnya.
Tak hanya itu, acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang turut hadir untuk memberikan semangat kepada anak-anak yatim.
Acara ini bukan sekadar memberikan santunan, tetapi juga memberikan kehangatan keluarga bagi anak-anak yatim yang hadir. “Mereka merasa memiliki orang tua yang peduli. Ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga bentuk kasih sayang,” ucap Lubis.
Pantauan di lokasi menunjukkan bagaimana anak-anak begitu menikmati momen ini. Mereka berbuka puasa dengan penuh semangat, bercengkerama dengan para donatur dan masyarakat, serta menerima santunan dengan senyum bahagia.
Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan dan diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Ini agenda tahunan, dan setiap tahun kami iuran bersama. Jika masih ada kekurangan, saya siap backup. Yang penting, pahala kita bisa dibagi bersama,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kebersamaan seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas. Dengan niat tulus dan gotong royong, siapa pun bisa berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



