Rabu, 14 Januari 2026

Bukan Sekadar Fogging, Dinkes Batam Ajak Warga Gotong Royong Lawan DBD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Antisipasi DBD, Ketua RW 08 Perumahan Barelang Central Raya bersama warganya melakukan pengasapan (fogging) beberapa waktu lalu. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmajradi, menegaskan bahwa pelaksanaan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan sesuai dengan ketentuan dan hasil pemeriksaan epidemiologi (PE) di lapangan. Pernyataan ini disampaikan menanggapi permintaan masyarakat agar fogging dilakukan di wilayah mereka yang mulai terdampak penyebaran penyakit tersebut.

Menurut Didi, fogging bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Salah satunya adalah ditemukannya rumah positif jentik dengan jumlah minimal 5 persen dari total rumah yang diperiksa. Selain itu, keberadaan penderita demam tanpa sebab yang jelas, minimal satu orang, juga menjadi indikator utama untuk pelaksanaan pengasapan.

“Fogging ini bukan solusi tunggal, tetapi bagian dari rangkaian penanganan DBD yang terukur. Kami harus pastikan hasil pemeriksaan epidemiologi menunjukkan adanya indikasi kuat sebelum melaksanakan fogging,” tegas Didi, Jumat (22/8).

Sebelumnya, sejumlah warga di kawasan Marina, Tanjung Riau, dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Batuaji mengeluhkan maraknya kasus DBD. Beberapa warga bahkan harus dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif terjangkit. Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait, baik dalam bentuk pengasapan maupun upaya pencegahan lain yang lebih menyeluruh.

Didi menjelaskan, fogging dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus. Namun, untuk memutus rantai penyebaran penyakit, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) justru menjadi langkah utama yang harus dilakukan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau jentik masih ada di lingkungan, nyamuk baru akan terus berkembang. Jadi, selain fogging, masyarakat harus aktif menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar warga segera melaporkan ke puskesmas atau posyandu terdekat jika ada anggota keluarga yang mengalami demam mendadak, terutama anak-anak. Laporan ini membantu petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah cepat pencegahan agar kasus tidak meluas.

Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, terus memantau perkembangan kasus DBD di setiap kecamatan. Data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk kapan dan di mana fogging perlu dilakukan.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa fogging bukan semata-mata dilakukan atas permintaan, tapi berdasarkan bukti ilmiah agar tepat sasaran dan efektif,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update