
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) akan diberangkatkan pada 8–10 Januari 2026. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat Batam sebagai wujud solidaritas terhadap warga terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemko Batam telah menyalurkan bantuan awal sebesar Rp7,5 miliar untuk tiga daerah terdampak. Selain itu, donasi masyarakat Batam yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.589.074.911, ditambah dukungan dari PLN Batam sebesar Rp2,5 miliar. Dengan demikian, total dana solidaritas yang terkumpul mendekati Rp15 miliar.
Rencananya, bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
Baca Juga: Polemik Kantor Lurah Sukajadi, Warga: Pembangunan Gedung Baru Dibatalkan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan, rapat koordinasi persiapan penyaluran bantuan telah digelar di Kantor Wali Kota Batam pada Jumat (2/1/2026). Rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari jadwal keberangkatan, kesiapan logistik, hingga mekanisme pendistribusian bantuan di daerah terdampak.
“Rapat ini memastikan seluruh proses penyaluran bantuan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Kami ingin bantuan yang dikumpulkan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Firmansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Batam Pos, Sabtu (3/1).
Firmansyah menegaskan, Pemko Batam berkomitmen menyalurkan bantuan secara langsung dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar penyalurannya dapat dipertanggungjawabkan dan dikelola dengan baik.
Baca Juga: Parkir di Depan Kos, Motor Baru Lunas Cicilan Milik Warga Bengkong Digondol Maling
“Pimpinan daerah juga akan turun langsung ke lokasi, sehingga penyaluran bantuan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar tepat guna,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa Pemko Batam bersama Forkopimda sepakat mengalihkan euforia pergantian tahun menjadi aksi nyata solidaritas kemanusiaan. Menurutnya, musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat Batam.
“Biasanya pergantian tahun diisi dengan hiburan dan kembang api. Namun kali ini kami memilih membangun solidaritas dan empati untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujar Amsakar. (*)



