
batampos – Mei menjadi masa puncak hujan pertengahan tahun di Provinsi Kepri, salah satunya di Kota Batam. Hal itu menyebabkan intensitas hujan menjadi lebih sering dibanding bulan-bulan lainnya.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stamet Hang Nadim, Suratman, mengatakan, bulan Mei jadi salah satu puncak hujan di wilayah Kepri. Namun, karena pengaruh siklon di wilayah selatan Khatulistiwa, menyebakan potensi hujan tertarik ke wilayah selatan.
”Intensitas hujan lebih sering dan besar. Kepri juga wilayah yang sangat berpengaruh terhadap iklim regional, dimana potensi hujan saat ini tertarik ke wilayah selatan,” terangnya.
Meski begitu, lanjut Suratman, potensi hujan di wilayah Kepri masih besar. Namun, untuk intensitasnya bersifat lokal.
”Dua hari ke depan, prakiraan cuaca berawan. Kemungkinan hujan juga ada, sifatnya lokal dan ringan hingga sedang,” jelasnya.
Disinggung kecepatan angin, menurut Suratman, bergantung pada lebat atau tidaknya hujan. Jika hujan lebat, maka angin akan berhembus cukup kencang.
”Untuk potensi puting beliung kecil, karena ini bukan waktu peralihan, melainkan puncak hujan. Jika terjadi pun itu kemungkinan kecil,” jelasnya.
Lalu untuk gelombang di laut, lanjut Suratman, masih bisa dikatakan normal. Alur pelayaran juga tak terganggu dengan kondisi cuaca saat ini.
”Gelombang di laut normal, bahkan bisa dikatakan kecil,” pungkas Suratman.(*)
Reporter: Yashinta



