
batampos – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menuturkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2025, sudah ada 23 penerima manfaat yang terdiri dari 22 pelaku usaha mikro dan satu koperasi, dengan total dana tersalurkan Rp2,38 miliar.
“Jenis usahanya beragam, ada sembako, pangkalan gas, laundry, hingga kuliner rumahan. Itulah keunikan Batam, lebih variatif dibanding daerah lain,” katanya.
Baca Juga: Program Makanan Bergizi Gratis Berjalan, Siswa SMKN 1 Batam Mulai Kurangi Jajan
Menurutnya, dana bergulir memang ditujukan bagi usaha mikro yang punya potensi berkembang tetapi terbatas akses modal. Dengan plafon pinjaman hingga Rp150 juta, tenor maksimal lima tahun, dan bunga flat 4 persen per tahun, program ini dianggap lebih ramah dibanding pinjaman konvensional.
Namun, Salim menegaskan Pemko Batam tidak hanya memberi pinjaman, melainkan juga membekali pelaku usaha dengan pelatihan manajemen.
“Kami ingin dana ini betul-betul bermanfaat, bukan jadi beban. Karena itu, pelatihan keuangan dasar dan manajemen usaha rutin kami lakukan untuk mencegah kredit macet,” jelasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Kerja di PT Lestari Ocean Indonesia, 9 Orang Saksi Telah Diperiksa
Saat ini, terdapat dua pengajuan tambahan yang sudah diverifikasi dengan nilai Rp250 juta. Pemko optimistis program ini terus berkembang, seiring dengan meningkatnya minat pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas modal murah ini.
“Dana bergulir ini ibarat roda ekonomi rakyat. Kalau dijaga dengan baik, akan terus berputar dan mengangkat banyak usaha kecil di Batam,” tutup Salim. (*)



