Senin, 16 Maret 2026

Buruh Batam Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Sejumlah pengendara membeli BBM di salah satu SPBU di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di halaman Kantor Wali Kota Batam. Aksi protes ini sebelumnya digelar di depan Kantor Pertamina, Batam Center, Selasa (6/9).

Dalam orasinya, buruh menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemerintah Kota Batam terkait kenaikan harga BBM tersebut. Dampak kenaikan harga ini dipastikan akan berimbas kepada peningkatan kebutuhan, serta biaya hidup di Kota Batam.

Ketua PC SPL FSPMI Batam, Suprapto, mengatakan kenaikan harga BBM sangat mencekik dan sangat merugikan kaum buruh dan masyarakat secara luas.

“Kita semua terpaksa dihadapkan dengan kondisi yang semakin mencekik. Saat ini ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok sudah mulai terasa. Kenaikan ini berakibat terjadinya penurunan daya beli masyarakat,” kata dia.

Ia menilai, saat ini pemerintah seakan-akan tengah berbisnis dengan rakyatnya. Ketika kondisi pandemi belum juga pulih. Pemerintah malah menaikan harga BBM, yang menimbulkan berimbas pada semakin sulitnya kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut buruh menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintahan. Pertama menolak kenaikan harga BBM, kedua menolak Omnibus Law-UU Cipta Kerja, dan ketiga menuntut adanya kenaikan upah di tahun 2023 mendatang.

Ketua Konsulat Cabang/KC FSPMI Kota Batam, Ramon menyarankan agar pemerintah memisahkan pengguna BBM subsidi dan non subsidi. Hal ini dirasa adalah opsi yang tepat untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Ini bisa menjadi opsi untuk saat ini. Untuk kendaraan umum dan sepeda motor tetap menggunakan BBM dengan harga lama atau subsidi. Sedangkan untuk mobil keluaran terbaru, mobil dinas, bahkan mobil mewah harusnya menggunakan BBM non subsidi

Saat ini dampak kenaikan harga BBM sudah mulai dirasakan. Ke depan akan lebih banyak dampak yang muncul. Sekarang biaya hidup di Batam sudah tinggi, ditambah lagi kenaikan harga BBM ini.

“Semakin sulit sudah pasti. Sedangkan kenaikan upah yang setiap tahun kami usulkan ditolak dengan berbagai alasan. Jadi kami minta pemerintah mau membatalkan kenaikan harga ini,” tutupnya. (*)

 

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN